BERBAGI
ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, BALI-Sungguh miris, nasib yang dialami bocah berumur 4 bulan, Putu Berry Acar, putra dari Putu Ariana dan Komang Risna. Bocah asal desa Patemon kabupaten Buleleng di Bali ini mengalami kepala membesar dan tak punya biaya untuk operasi.

Keluarga miskin ini terpaksa hanya mengobati putranya dengan ramuan tradisional dengan cara melulurkan pada bagian kepala.

“Kami bingung, uang dari mana untuk biaya operasi. Terpaksa hanya bisa borehin kepala anak saya ini setiap hari,” tutur Risna sambil menggendong anak semata wayangnya yang tergolek lemas.

Menurut Risna, kondisi yang dialami Berry sudah nampak sejak berusia 1,5 bulan. Ia yang sehari-hari hanya bekerja membuat tahu isi ini sama sekali tidak menyangka kepala anak kesayangannya ini semakin hari semakin membesar.

“Sudah sempat bawa ke RSUD Singaraja, katanya anak saya ada cairan yang menggumpal dan diminta agar dilakukan operasi. Anak saya begini, sejak umur 1,5 bulan,” kata Risna.

Risna mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis, putranya dianjurkan untuk menjalani operasi di bagian kepala. Namun, lantaran keterbatasan biaya, anjuran pihak rumah sakit belum bisa dilakukan.

“Saya pakai makan saja susah, apalagi untuk operasi anak saya, pasti biayanya besar. Saya tidak tahu harus bagaimana sekarang, kepala anak saya semakin hari semakin membesar. Saya bingung,” keluhnya.

Risna pun kini hanya bisa banyak berharap, agar ada pemerintah maupun masyarakat luas, bisa memberikan bantuan sosial untuk keluarganya untuk segera bisa melakukan operasi anaknya.

“Pengahasilan dari menjual tahu saja kurang untuk kami semua, apalagi untuk operasi. Semoga nanti ada yang bisa membantu kami, untuk kesembuhan anak saya,” pungkasnya.(mdk/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY