CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Tarik ulur dari petinggi – petinggi partai pengusung baik dari kubu Apri Sujadi – Roby Kurniawan melawan Awe-Dalmasri (ADA) cukup unik untuk di bahas. Pasalnya, setelah pasangan AWe-Dalmasri mendaftar di KPU Bintan muncul dua sosok yang tidak pernah terduga di kubu pasangan ADA.
Kedua sosok itu bukan sosok kaleng-kaleng, karena pada tahun 2015 lalu mereka memiliki lebih dari 30 ribu fans atau tepatnya 30.078. Artinya, di Bintan mereka ibarat artis dengan nilai magnet yang begitu luar biasa.
Kedua tokoh itu adalah Indra Setiawan dan Khazalik. Mereka adalah calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan pada pilkada tahun 2015 melawan pasangan pengusung thema “Bintang Gemilang” Apri Sujadi – Dalmasri Syam.
Kecintaan masyarakat pada kedua tokoh ini tidak pernah sirna, hal ini terbukti pada pemilihan legislative pada tahun 2019 lalu. Dimana, kedua tokoh kesayangan masyarakat itu kembali dipilih oleh masyarakat berdasarkan hati Nurani. Indra Setiawan kembali dipercaya oleh masyarakat untuk ketiga kalinya duduk di kursi DPRD Kabupaten Bintan. Sedangkan Khazalik dipercaya oleh masyarakat untuk duduk di kursi DPRD Propinsi Kepri.
Kehadiran mereka di kubu ADA, membuat kubu itu semakin lantaran Awe-Dalmasri juga merupakan yang tidak kalah asing di tengah masyarakat Bintan. AWe pernah menjadi calon Bupati Bintan, sedang Dalmasri saat ini merupakan wakil Bupati Bintan yang dipilih oleh masyarakat Bintan pada tahun 2015 lalu.
Meskipun demikian, Kubu Apri Sujadi – Roby Kurniawan yang mengusung thema “Rumah Kita” juga tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Selain kubu besar, juga bisa dikatakan “gendut” lantaran banyaknya partai yang memilih berjuang bersama Rumah Kita.
Terlebih, Apri Sujadi pada tahun 2015 lalu saat berpasangan dengan Dalmasri Syam, mereka berhasil “mencuri” hati rakyat dengan prestanse suara 57,14 persen (40,386 suara). Artinya lebih dari setengah masyarakat Bintan yang ngefans sama orang nomor satu di Bintan saat ini.
Kalau oleh jujur, dikalangan masyarakat mungkin belum begitu familiar yang namanya “Roby Kurniawan”. Tapi tunggu dulu, nama Ansar Ahmad yang merupakan ayah dari calon Wakil Bupati Bintan tahun 2020 itu bukan tokoh sembarangan. Ansar Ahmad pernah menjadi tokoh nomor satu Bintan selama sepuluh tahun. Bahkan, Ansar Ahmad yang dikenal oleh masyarakat dengan senyumannya yang khas hingga saat ini masih idola bagi masyarakat Bintan.
Meskipun bukan merupakan kontestan pada pilkada kali ini, namun sebagai seorang ayah dari Roby Kurniawan, Ansar Ahmad pasti ingin menunjukan pada masyarakat Bintan bahwa Roby Kurniawan adalah generasi muda yang siap melanjutkan perjuanganya.
Mengingat daya tarik dari Indra Setiawan dan Khazalik yang tidak bisa dianggap remeh berada di kubu ADA, bisa dikatakan mantan Bupati Bintan selama dua periode itu mustahil tidak ikut ambil bagian setidaknya memberi saran. Tentu, sebagai seorang ayah, anggota DPR RI itu juga setidaknya bakal memberikan jurus jitu untuk memikat hati masyarakat Bintan.
Ibarat petarungan antara Mike Tyson si leher Beton melawan The Real Deal, Evander Hollyfield pada tahun 1997 lalu. Jika saja Mike Tyson saat itu tidak menggigit telinga Evander Hollyfield hasil pertarungan bisa saja imbang.
Artinya, baik kubu Apri-Roby maupun kubu AWe-Dalmasri takkan mudah dikalahkan dan juga tidak akan mudah untuk menang. “Pertaruangan sengit!” itu lah dikatakan oleh masyarakat hingga pengamat politik pada Pilkada tahun 2020 ini.
“Koalisi di Bintan ini bisa dikatakan hampir berimbang. Kalah pun kalah tipis, menang pun menang tipis. Sehingga sulit untuk diprediksi,”akui kedua pendukung yang sempat ngobrol ringan dengan media ini.
Skor bisa saja berubah, dan itu semua tergantung pada strategis pendekatan ke masyarakat diterapkan oleh para Timses kedua kubu di lapangan. Dan siapa pun yang pada akhirnya pemenangnya, harapan semua dari masyarakat adalah bisa membawa Bintan menjadi kota Metroplitan melebihi kota Tanjungpinang. (Ndn)

