BERBAGI
Empat tersangka penyeludpan 1,037 ton sabu masing-masing Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu saat diserahkan ke Kejaksaan Agung dari BNN dalam pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti dari BNN RI, Senin (4/6/2018).

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN-Kejahatan penyalahgunaan narkotika di Indonesia meningkat baik kualitatif dan kuantitatif. Presiden RI Joko Widodo kata Dedi berkomitmen penuh menjadikan pemberantasan narkotika merupakan prioritas utama.

Demikain disampikan Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejaksaan Agung RI, Dedi Siswadi disela-sela pelimpahan 1,037 ton sabu beserta tersangka dari penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kepada JPU Kejari Batam yang berlangsung di Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Bintan Utara, Senin (4/6/2018).

Atas pelimpahan berkas 1,037 ton sabu beserta tersangka, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menyusun surat dakwaan perkara seminggu selelah berkas tersangka dan barang bukti diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

“Setelah itu dilengkapi administrasi perkaranya dan akan ditentukan pelimpahannya ke Pengadilan Negeri (PN) di Batam untuk segera di sidangkan. Nanti informasi dari Kejari Batam selanjutnya,” kata Dedi.

Sementara ancaman hukuman para tersangka, berdasarkan Undang-undang adalah hukuman mati. “Ya ancamannya adalah hukuman mati, apalagi. Pasal yang dijerat pasal 114 UU No.35 tahun 2009, untuk ke empat tersangka,” katanya.(ndn)

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY