CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Sebagai tokoh masyarakat atau perwakilan masyarakat Bintan yang duduk di gedung DPRD, anggota DPRD mestinya tidak boleh melewatkan rapat yang sifatnya merupakan kepentingan masyarakat.
Namun sayangnya, amanah yang dipercayakan masyarakat terhadap anggota Dewan itu tak jarang diabaikan. Seperti halnya pada hari ini saaat sidang paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang limbah domestik batal dilakukan.
Penyebab batalnya tak lain karena sebanyak 11 Anggota DPRD Bintan yang mangkir atau absen, sehingga dianggap tidak memenuhi kourum 2/3 dari jumlah keseluruhan yang berjumlah 24 Anggota DPRD aktif.
Ke 11 anggota DPRD yang mangkir itu adalah, Wakil Ketua I DPRD Bintan Agus Wibowo dari fraksi Demokrat, Umar Ali Rangkuti dari fraksi PDI-P, Arif Jumana dari fraksi PAN, 5 anggota dari fraksi Golkar yakni Nesar Ahmad, Fiven Sumanti, Hasriawadi, Suardi serta Amran. Kemudian, 3 anggota fraksi gabungan Hati Nurani Perubahan yakni Andreas Salim, Helmi dan Muhammad Zuhdi.
Kebiasan para wakil rakyat di DPRD Bintan yang malas saat menghadiri sidang paripurna memang bukan rahasia umum lagi. Duduk di kursi empuk dan mendengarkan isi pidato dalam ruangan sidang ber-AC nampaknya tak cukup membuat mereka betah menghadiri sidang.
Sudah sepatutnya ini menjadi catatan bersama, karena mereka yang duduk disana selain menerima gaji setiap bulan dari uang rakyat. Mereka juga pernah disumpah untuk senantiasa amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil masyarakat di DPRD.
Untuk itu, kedepan masyarakat diharapkan lebih pintar memilih wakilnya duduk di gedung milik rakyat agar segala kepetingan masyarakat menjadi prioritas utama.
Sekwan DPRD Bintan, Edy Yusri saat dikonfirmasi tidak menjelaskan alasan absen para wakil rakyat ini. Edy mengatakan, kesemuanya sempat hadir namun keluar lagi.
“Mereka tadi hadir, tetapi keluar lagi dari ruang sidang,” papar Edi Yusri ditemui diluar gedung, Selasa (2/5).
Ditanya siapa yang dimaksud hadir, Edi Yusri sempat menghindar pertanyaan awak media. Sementara pantauan media, akibat tidak hadirnya ke 11 anggota tersebut membuat beberapa peserta satu per satu meninggalkan ruangan rapat. (Ndn)

