BERBAGI
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, saat memantau jalannya pawai takbir akbar bersama Walikota, Wakil Walikota, jajaran TNI, Kajari dan para tamu undangan | Foto : Junedy Bresly

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Upaya pemberantasan tindak pidana alias kejahatan oleh kepolisian di Batam terus ditingkatkan. Ini dilakukan guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi keheterorenan masyarakat di Batam.

Peningkatan pelayanan keamanan ini ditandai, dengan intensitas patroli yang semakin diintensifkan, serta penempatan anggota kepolisian di daerah-daerah yang dianggap rawan juga dilakukan.

Strategi ini dirasa sangat dibutuhkan untuk membuat ruang gerak dan peluang terjadinya kejahatan di Batam semakin menyusut.

Serangkaian peningkatan pengamanan ini langsung dirasakan hasilnya, keberhasilan tersebut terlihat nyata dan sejalan dengan penurunan angka kejahatan dan keberhasilan kepolisian mengungkap sejumlah kasus.

Adapun kasus-kasus yang berhasil menurun dengan patroli rutin ini, salah satunya penurunan yang sangat signifikan pada kejahatan pencurian kendaraan motor (curanmor).

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Helmi Santika mengungkapkan, untuk kejahatan curanmor, teritung sejak Januari terjadi kejahatan sebanyak 77 kasus, kemudian Februari terjadi 50 kasus dan Maret hingga Agustus 2016 terjadi penurunan yang cukup signifikan, hanya terjadi 25 kasus pencurian motor.

“Sejak Januari lalu itu ada 77 kasus. Dan sejak Maret sampai Agustus itu hanya 25 kasus saja. Lebih dari setengahnya yang kita berantas,” Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmi Santika.

Dikatakannya juga, penurunan angka kejahatan pencurian motor ini diakuinya sebagai bentuk keberhasilan yang membuat masyarakat merasa lebih aman, bisa merasakan kehadiran polisi sebagai teman, bukan sosok yang menakutkan.

“Situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban di masyarakat) saya kira sudah lebih baik. Dalam kasus curanmor saja, pada januari terjadi 77 kasus. ‎Kemudian kita bereaksi dengan patroli lebih intensif dan menempatkan anggota kita di tempat yang rawan, hasilnya terjadi penurunan. Pada maret hingga agustus tinggal terjadi 25 kasus saja” katanya lagi.

Tidak hanya itu saja, Helmi juga menjelaskan kasus pencegahan peredaran narkoba yang dianggap cukup berhasil. Polresta Barelang menjadi yang tertinggi dalam upayanya melakukan pencegahan peredaran barang terlarang ini diantara Polresta lain di Kepri, bahkan jumlah ini melebihi yang Polda Kepri sendiri.‎

“Yang jelas ini sebuah peningkatan. Pastinya akan terus kita tingkatkan lagi,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY