CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA – Atas semakin maraknya kebakaran lahan dan utan (Karlahut) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pemerintah kian meningkatkan upaya pemadaman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui Humas BNPB, Sutopo turut menegaskannya.
Menurut Sutopo, upaya pemadaman terus dilakukan oleh Tim Satgas Terpadu dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, dan relawan. BNPB mengerahkan 2 helikopter water bombing jenis Bolco dan Bell 214, serta 1 pesawat Casa TNI AU untuk hujan buatan.
“Penanggulangan bencana kebakaran hutam dan lahan terus dilakukan di 10 kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat yaitu Kab Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, dan Kayong Utara,” jelas dia.
Sebanyak 3.500 personil dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Total 600,6 hektar hutan dan lahan terbakar selama 2016, dimana 509 hektar adalah lahan masyarakat, 1,6 hektar perkebunan, dan 90 hektar kawasan konservasi.
Kendala yang dihadapi adalah masih ada masyarakat membuka lahan pertanian untuk menanam padi dengan cara membakar. Terbatasnya air untuk pelaksanaan water bombing. Juga jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran hutan dan lahan saat pemadaman darat.
“Lahan yang sudah dipadamkan seringkali dibakar kembali. Hotspot baru cenderung muncul pada siang hari karena pembakaran sering pada siang hari. Kabupaten Ketapang belum menetapkan siaga darurat meskipun banyak hotspot dan Kab Sambas belum membentuk BPBD,” lanjut Sutopo.

