CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG-Enam orang ABK termasuk Nakhoda Kapal (KLM) Bedikari, terdampar di Pulau Numbing Kabupaten Bintan, setelah kapal yang ditumpangi tenggelam di hantam ombak, sekitar pukul 22.48 WIB, Jumat (8/12/2017).
Kapal barang yang belum diketahui muatanya mengelami kecelakaan di Pulau Merapas Bintan Timur hingga tenggelam. Para korban yang terdiri dari satu nakhida dan anak buah kapal nyaris tak tertolong.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tanjungpinang, mendapat laporan dari masyarakat terkait kapal tenggelam tersebut.
Menindak lanjuti adanya info tersebut, dengan cepat tim BNPP meluncur kelokasi kejadian.
“Kita terima informasi sekira pukul 22.48 WIB, kita meluncur sampai lokasi pukul 24.00 WIB. Korban dalam kondisi selamat semua. Selanjutnya, langsung dievakuasi untuk kita kembalikan ke agenya,” ujar Budi Cahyadi Kepala Kantor BNPP Tanjungpinang, Senin (9/12/2017).
Budi menceritakan, saat tim BNPP menggunakan kapal Bhisma meluncur ke lokasi terjadinya kecelakaan. Tim saat itu belum menemukan dimana para korban berada. Penyisiran pun dilakukan hingga akhirnya ditemukan informasi bahwa para awak kapal naas itu terdampar di pulau Numbing.
”Kita saat itu terus bergerak ke lokasi kejadian. Pencarian dan penyisiran dilakukan hingga pukul 07. 00 WIB, Sabtu (9/12/2017). Korban akhirnya ditemukan oleh Nelayan pulau Numbing,” ujarnya.
Dengan adanya laporan tersebut KN Bhisma menuju Pulau Numbing untuk melakukan penjemputan dan selanjutnya korban dibawa ke Pelabuhan kijang untuk diserahkan kepada pihak agen kapal yang mempekerjakan para korban itu.
Para korban masih dilakukan evakuasi ke Dermaga Pelni Kijang. Keterangan para korban Kapal kayu GT 132, saat itu dalam perjalanan menuju Tarempa setelah berangkat dari Tanjungpinang. Data para korban diantaranya bernama Ledi (46) asal letung, Irwan (41) asal kalimantan selatan, Amran (56) asal Tarempa, Suparman (40) asal Makasar, Andi (52) asal Pemalang dan Ramli (29) asal Lombok.

