BERBAGI
Ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, PEKANBARU – Hendri, pemilik kantin SMA Negeri I Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau yang ditangkap polisi berkaitan dengan bisnis narkotika, membuat pemerintah provinsi (pemprov) dan Badan Narkotika Nasional (BNNP) Riau khawatir. Kekhawatiran tersebut mencuat, karena lokasi jual-beli sabu berada di lingkungan sekolah.

Karenanya, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman langsung meminta jajarannya dan BNNP Riau untuk melakukan penyelidikan internal. “Hari ini saya akan cari tahu dulu siapa kepala sekolahnya. Karena sekarang ini status SMU di bawah Pemprov Riau,” kata Andi, sapaan akrab Arsyadjuliandi, Jumat (21/4/2017).

Andi mengaku akan segera mengecek sekolah itu dan mengajak serta Dinas Pendidikan Riau. Dia menegaskan bila ada kelalaian dari pihak sekolah maka akan ada sanksi yang disiapkan. “Saat ini kita perlu mendalami terlebih dahulu terkait hal itu, kenapa sampai bisa pihak kantin kedapatan jual narkoba. Kalau ada kelalaian dari pihak sekolah, tentunya kita akan ada sanksi administrasi. Itu kalau ada bukti pembiaran,” kata Andi.

Baca Juga:  Sandi Uno Kunjungi Desa Wisata Ekang Anculai Bintan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Kamsol, mengaku pihaknya akan menggandeng BNN untuk mengecek sekolah itu. Dia khawatir apabila nantinya para pelajar terlibat dalam bisnis haram itu. “Ini sangat mengejutkan kantin sekolah kedapatan jualan sabu. Saya hari ini sudah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Riau untuk sama-sama cek ke sekolah tersebut,” kata Kamsol saat dihubungi terpisah.

Kamsol menyebut sekolah seharusnya mengawasi hal-hal semacam ini. Menurutnya, kasus ini tidak akan terungkap bila polisi tidak melakukan penangkapan.

“Jika kondisi tersebut tidak tertangkap pihak kepolisian, bukan tidak mungkin anak-anak kita malah disuruh turut menjualkan. Atau bisa jadi siswa kita akan coba-coba menggunakan narkoba. Inilah yang sangat kami sayangkan, mengapa sampai lolos dari pantauan pihak sekolah,” kata Kamsol.

Baca Juga:  Jelang Musim Kemarau, Kapolres Bintan; Membakar Hutan Ada Pidananya.

Selain itu, Kamsol juga berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan tes urine. Tes itu akan dilakukan terhadap para siswa dan guru di sekolah itu. “Ini perlu kita lakukan bersama dengan BNN untuk memastikan apakah narkoba itu juga dipasarkan ke siswa atau tidak,” tutup Kamsol.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY