BERBAGI


CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Isu akan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang telah lama terkubur dalam sejarah pergerakan di Indonesia, turut ditepis dan dikecam Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan, Pemerintah RI tidak akan pernah meminta maaf PKI. Walaupun dia tidak memungkiri, Indonesia pernah memiliki masa kelam dengan PKI, itu tidak akan mengubah pendirian pemerintah.

Saat ini, lanjut Presiden, hal yang paling penting adalah bagaimana melangkah ke depan.

Presiden RI, Joko Widodo saat mendarat di Kapal Perang (KRI) Imam Bonjol, di Perairan Natuna | Foto JB
Presiden RI, Joko Widodo saat mendarat di Kapal Perang (KRI) Imam Bonjol, di Perairan Natuna | Foto JB

“Untuk menyongsong masa depan lebih baik, kita tidak boleh menatap kebelakang. Kita juga tidak mau, ada peristiwa kejam lagi dibumi pertiwi ini. Kita harus jadi bangsa yang siap berkompetisi,” kata Presiden Joko Widodo.

Pernyataan itu, dia keluarkan terkait kesimpangsiuran sikap pemerintah terhadap tragedi 1965.

“Tidak ada rencana dan pikiran sama sekali saya minta maaf pada PKI,” kata Jokowi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Mahmuddin, Senin (27/6/2016).

Jokowi mengatakan, pernyataan tersebut juga dilontarkannya agar masyarakat Indonesia bisa berpikir lebih baik kedepannya.

Baca Juga:  99 Hari Kepemimpinan, Bupati Blora Gesa Wujudkan Mall Pelayanan Publik

 

Penulis : Natalie

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan