BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Peringati Hari Anak Nasional (HAN) 2016, yang diperingati hari ini, Satu (23/7/2016). Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait tampak kecewa dengan sikap Presiden Jokowi.

Bagaimana tidak, Jokowi hanya terlihat bercerita dan berdongeng dihadapan anak-anak dalam acara peringatan HAN, yang digelar dihalaman Istana Negara tanpa sedikitpun menyinggung upaya pemberantasan kekerasan anak di peringatan Hari Anak Nasional.

Saat berpidato di depan anak-anak, Jokowi hanya berbicara tentang rusa dan membagi-bagikan sepeda tanpa membicarakan upaya pemberantasan kekerasan pada anak.

“Yang dibicarkan malah rusa dan biawak saja, tak sedikitpun menyinggung tentang pemberantasan kekerasan terhadap anak. Kan jadi urang bermakna, belum lagi peringatan puncak HAN oleh pemerintah dimundurkan sampai 11 Agustus. Mau ngapain? Kan tiap tahun itu memang 23 Juli peringatannya,” kata Arist Merdeka Sirait, usai‎ acara Peringatan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015).

Menurut Arist, Jokowi harusnya mengajak seluruh bangsa untuk memutus rantai kejahatan seksual anak. Hal ini sesuai dengan Inpres nomor 5/2014 tentang Gerakan Nasional Menentang Kejahatan Seksual.

“Sayan seenarnya sangat berharap Bapak Presiden bisa menyampaikan tentang pencegahan dan pemberantasan kekerasan pad anak itu. Dan berharap mau mengajak komponen bangsa ini untuk berperang melawan itu. Termasuk kita diingatkan pada kasus Angeline di Bali,” kata Arist.

Namun, semuanya luput karena Jokowi tidak menyampaikan hal itu. Arist juga mengaku pasrah tidak bisa berbuat apa-apa. 

“Ya, kalau sudah begini mau apa? Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.‎

Saat pidato di depan anak-anak, Jokowi berbicara soal 700 rusa yang ada di halaman Bogor. Jokowi bercerita salah satu rusa ada yang mati akibat buntutnya digigit biawak 3 bulan lalu. Jokowi juga membagi-bagikan sepeda namun syaratnya anak-anak harus menjawab pertanyaan yang diberikannya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan