CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Tahun ajaran baru segera tiba, seluruh siswa-siswi yang telah mendaftar dan naik ke tingkat yang lebih tinggi kembali akan dihadapkan dengan persoalan pengadaan buku-buku pelajaran dan seragam sekolah.
Terkait hal itu, orangtua siswa tampak resah. Pasalnya, beberapa saat lalu, seluruh orangtua sempat dihebohkan dengan ‘permainan uang’ dalam hal pengadaan buku dan seragam sekolah yang dilakukan oleh beberapa oknum dikubu dinas pendidikan.
Permasalahan itu pun kian melebar dan memaksa pemerintah kota (Pemko) Batam turun tangan. Meski telah diselesaikan, tetap saja orangtua murid masih resah dan menakutkan hal yang sama akan kembali terjadi.
“Takut juga kalau main-mainan uang seperti itu kembali terjadi, kan orangtua juga yang disulitkan,” kata Arni, orangtua siswa yang telah mendaftarkan puteranya di SMP Negeri 26 Batuaji, Batam.
Menanggapi kecemasan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin menyatakan pihaknya tidak akan menerapkan pungutan apapun.
Baik dari sisi pengadaan buku hingga seragam sekolah pun tak akan diikutcampuri oleh pihak sekolah.
“Nanti untuk pengadaan buku dan seragam diserahkan sepenuhnya pada orangtua siswa. Dari pihak sekolah dan dinas pendidikan hanya menunjukkan contoh saja. Setelah itu, ya silahkan dicari dan dilengkapi sendiri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, Kamis (15/6/2017) sore.
Peniadaan pungutan tersebut semakin diperkuat, dengan telah hadirnya tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Polda Kepri.
“Daripada dituding macam-macam, lebih baik kita buka-bukaan saja. Silahkan kebutuhan siswa-siswi kita dilengkapi sendiri oleh orangtua,” ungkapnya.
“Intinya, tidak ada lagi pungutan. Jangan lagi,” tandasnya.

