CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Menjelang perayaan hari Natal Tahun 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Lubukbaja melaksanakan monitoring harga sembako dan kebutuhan bahan pokok di pasar.
Kali ini, petugas menyisir lima lokasi di wilayah hukum Polsek Lubukbaja, di antaranya ialah pasar Baru Jodoh Kelurahan Tanjung Uma, pasar Komplek Penuin RT 01, RW 11 Kelurahan Batu Selicin, pasar rakyat Kampung Agas Tanjung Uma dan Pasar Pujabahari Nagoya serta pasar Tos 3000 Nagoya, Batam.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lubukbaja, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Budi Hartono, mengatakan, bahwa, pihaknya melakukan patroli mobiling dengan cara door to door system untuk mendata dan mengecek harga sembako bahan pokok makanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan atau lonjakan harga menjelang perayaan natal dan tahun baru 2022, tanpa seizin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pasar Batam,” kata AKP Budi, Kamis (16/12/2021).
Hasilnya, kata Budi, tim memperoleh harga bahan pokok yang masih terbilang stabil kenaikannya. Seperti harga garam halus bekisar Rp 13 ribu per kilogram (kg), gula pasir Rp 13 ribu per kg, susu kental manis cap nona Rp 10 ribu per kaleng (cap indomilk Rp 9 ribu dan cap buah Rp 8 ribu per kaleng).
Kemudian harga tepung terigu Rp 10 ribu per kg, ayam kampung Rp 70 ribu per papan, kacang tanah Rp 24 ribu per kg, kacang kedelai Rp 10 ribu per kg, beras premium ayam pelong Rp13 ribu per kg, bawang merah Jawa Rp 30 ribu per kg, bawang putih Rp 28 ribu per kg, bawang bombai Rp 30 ribu per kg, tomat Rp 18 ribu.
Sementara, untuk harga daging juga masih terbilang normal, seperti harga daging sapi segar bekisar Rp 140 ribu per kg, dan sapi import Rp 95 ribu per kg. Sedangkan harga daging ayam bekisar Rp 32 ribu per ekor, ikan laut Rp 60 ribu dan udang Rp 100 ribu.
Adapun tim juga memperoleh harga yang mengalami kenaikan, di antaranya minyak goreng kemasan naik sebesar Rp 5 ribu selanjutnya, harga telur ayam naik Rp 400, cabe rawit naik Rp 30 ribu, dan cabe keriting naik Rp 10 ribu per kg.
“Ada beberapa harga sembako yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu minyak goreng, dari harga Rp 13 ribu per liternya menjadi Rp 18 ribu per kg. Nah untuk harga cabe rawit juga, dari harga Rp 70 ribu per kg naik menjadi Rp 100 ribu per kg. Cabe keriting semula Rp 60 ribu per kg, naik menjadi Rp 70 ribu per kg. Selain itu, yang mengalami kenaikan juga terjadi pada harga telur ayam, yang semula Rp 42 ribu per papan, menjadi naik Rp 52 ribu per papanya,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Lubukbaja mengimbau dan meminta kepada para pedagang agar dapat menyesuaikan harga dengan harga pasaran atau harga yang berlaku dari Dinas Pasar Kota Batam.
“Diharapkan kepada para pedagang di pasar untuk tetap menyesuaikan harga dari Dinas Pasar Kota Batam. Ini untuk mencegah mencegah terjadinya penimbunan sembilan pokok makanan yang dilakukan oleh para pedagang,” katanya mengakhiri.(ilham)

