BERBAGI
Foto Wisata Mangrove

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Jauhnya akses media di Desa Berakit diduga sengaja dijadikan sebagai tempat pembuangan uang Negara. Pasalnya, Desa tersebut tergolong jarang dipantau oleh para pengontrol sosial dalam hal ini media masa masalsa mauoun elektronik, membuatnya menjadikan tempat buang-buang uang.

Misalnya, pembangunan Pelabuhan Berakit yang sudah menelan uang Negara hingga Rp 85 Milliar lebih. Namun Pelabuhan yang dibangun sejak 2010 itu tidak kunjung dimanfaatkan sehingga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kesannya, Berakit ini dijadikan tempat pembuangan uang oleh oknum pemerintah lantaran susah dijangkau oleh media. Selain Pelabuhan itu, ada beberapa lagi kegiatan yang dilakukan untuk menghabiskan anggaran di Desa ini namun tidak pernah terungkap pada masyarakat luas lantaran awak media jarang menyorot,” kata salah satu warga yang mengaku bernama Aldi, Rabu (28/4).

Baca Juga:  Kepala BP Batam-SunSeap Group Teken MoU Investasi Energi Rp 29 Triliun

Hal ini dikatakan Aldi sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang mengadakan program tidak jelas di wilayah itu. Selain Pelabuhan Berakit misalnya, proyek pengembangan destinasi wisata mangrove dari kementrian yang menelan anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih dikawan itu

Pembanguan wisata Manggrove dia duga sengaja diadakan untuk memuluskan rencana pembuangan uang kembali. Sebab, tak mendatangkan manfaat bagi masyarakat desa itu.

“Nah sekarang ada lagi pembangunan kawasan Wisata Manggrove, terus apa manfaatnya bagi kami? Tidak ada,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala Desa Berakit Adnan, mengatakan, proyek pengembangan destinasi wisata mangrove di desa nya memang belum selesai. Namun, secara rinci dirinya belum menjelaskan lebih jauh.

Baca Juga:  Kapolsek Gunungkijang Pastikan Penyembelihan Hewan Qurban Sesuai Prokes

“Pekerjaan itu sudah hampir siap cuma belum ada serah terima atau pemberitahuan ke desa,” ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat setempat berharap pada pihak-pihak terkait segera terjun ke Desa itu agarr Berakit aman dari berbagai aktivitas iligal hingga dijadikan sebagai tempat pembuangan uang dengan program yang tidak bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Terlebih lagi, pekerjanya selama ini bukan dari masyarakat sini juga, jadi kalau pun nanti siap takkan memberikan manfaat bagi kami,” sebut salah seorang warga Desa Berakit lainnya.

Selain itu, disekitar Pelabuhan itu juga ditengarai banyak isu kegiatan illegal sering terjadi. Mulai dari pengiriman TKI illegal hingga menjadinya sebagai akses barang haram mulai dari penyelundupan rokok dan Narkoba.(Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan