BERBAGI
Petugas Kantor POS saat verifikasi data penerima BLT. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengendalian inflasi 2022, Jumat (25/11/2022)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengendalian inflasi 2022, Jumat (25/11/2025).

Penyaluran pertama ini dilakukan untuk 1.271 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masyarakat Kecamatan Lubuk Baja di depan Hotel Utama, Nagoya, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pantauan di lapangan, warga penerima telah hadir sejak pukul 13.30 WIB. Setelah penyerahan secara simbolis, petugas melakukan verifikasi kepada setiap penerima.

Warga juga membawa undangan dari PT Pos Indonesia, KTP dan Kartu Keluarga. Kemudian diverifikasi di dua meja yang telah disediakan.

Petugas lebih mengutamakan kaum lansia, ibu hamil, pembawa anak, warga yang sedang pemulihan setelah sakit.

Setelah diverifikasi, warga pindah ke meja sebelahnya, yang khusus memberikan uang tunai senilai Rp 300 ribu. Petugas juga memotret satu persatu warga bersama dengan Kertas Undangan, KTP dan uang tunai.

Baca Juga:  Ketua MA Resmikan Pengadilan Tinggi dan PT Agama Kepri, Ansar : Bentuk Komitmen Pemerintah Berikan Layanan Keadilan

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan secara simbolis kepada 6 warga perwakilan kelurahan. Penyerahan BLT ini melalui pihak ketiga, yakni PT Pos Indonesia.

Penyerahan dilakukan dalam kurun waktu 31 hari ke depan. Di 12 titik kecamatan yang tersebar di seluruh Kota Batam.

Menariknya, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang penerimanya disabilitas, lansia yang kesehatannya sudah menurun PT Pos Indonesia akan mengantar BLT tersebut langsung ke rumahnya.

Total jumlah penerima sebanyak 28.990 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Per keluarga Rp 300 ribu hanya satu kali,” ujar Plh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Leo Putra dalam menyampaikan laporannya.

Diakuinya KPM yang menerima ini adalah masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kota Batam, tetapi tidak menerima bansos dari pusat. Seperti PKH, Sembako, BLT dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Tekan Inflasi, Rodhial Huda Hadiri Pencanangan Gerakan Menanam Cepat Panen

“Dalam DTKS sudah dapat by name by addressnya. Awalnya kami verifikasi sekitar 54 ribu KPM. Hasilnya 28.990,” katanya.

Sejauh ini prosesnya, pemilihan pihak ketiga dalam penyalurannya, melalui hasil e-katalog.

Ia menambahkan Dinsos Kota Batam telah menyelesaikan proses adminstrasi dan pendataan.

“Hasil verifikasi sudah juga, nama nama penerima, tim teknis, tim pendampingan, perwako juga sudah. Sekarang kami lagi,” katanya.

Warga Penerima Bantuan Kecamatan Lubuk Baja, Sapriadi mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam adanya BLT.

“Semoga bapak semakin sukses dan sehat selalu sehingga bisa memajukan Batam,” ujar Sapriadi kepada Rudi.

Kepala Kantor Cabang Utama PT Pos Indonesia Kepri, Elan Pramudiansyah mengucapkan terima kasih kepada Pemko Batam sudah diberikan kepercayaan kepada yang menyerahkan pemberian BLT.

Idealnya memang harus diberikan secara digital dan semua pihak diberikan informasi.

Baca Juga:  Hujan Tak Membuat Antusias Warga Ciut Rayakan HUT Ke 74 Bintan

“Seluruh penyaluran akan diambil gambarnya dan dilakukan pencocokan sehingga bisa tersusun dengan baik. Jangka waktu diberikan akan dijadikan pedoman, tepat sasaran bahwa orang yang berhak itulah yang ambil, harus dalam satu KK. Lalu, tepat jumlah, para penerima akan diambil gambarnya. Semua program dapat transparan. Untuk bisa memastikan berjalan, kita punya dashboard yang bisa di akses oleh Kepolisian, Kejaksaan dan Dinsos,” katanya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan kegiatan ini atas perintah Menteri Dalam Negeri selain bantuan dari pusat.

Ia berharap ini bisa membantu hingga akhir tahun.

“Semoga saya bisa memimpin Kota Batam untuk perekonomian yang membaik. Januari atau Februari akan dirilis pertumbuhan ekonomi. Kalau sampai saat ini sudah mencapai 6 persen. Semoga tahun depan sudah normal kembali,” kata Rudi.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY