CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Bicara masalah polisi mungkin yang langsung tersirat dalam benak adalah penangkap para pelaku tindak criminal atatu penertiban lalu lintas.
Tugas utama polisi memberikan adalah memberikan kenyamanan dan kemanan di tengah masyarakat. Pengayom masyarakat adalah semboyan untuk para polisi yang bekerja tanpa lelah menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing.
Meskipun tugas utamannya memberikan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. polisi yang satu ini justru lain dari yang lain. Bagaimana tidak, ia membangun kembali rumah warga tempat ia mengabdi di RT001/RW 001 Tanjunguban Timur.
Saat ini Suwardi (56 yang merupakan korban kebakaran baru-baru ini dapat bernafas lega. Pasalnya kini ia sudah memiliki rumah untuk tempat tinggal. Pasalnya, rumahnya dibangun oleh seorang polisi yang berdinas di Polres Bintan.
Awalnya, pasca kebakaran Suwardi bingung akan tinggal dimana. Ia yang tinggal bersama istrinya sempat menitipkan istri di rumah keluarga istrinya di Tanjunguban. Untuk menjaga lahannya yang ia dapat dari warisan orangtua, Suwardi rela tinggal sementara di bawa pohon akasia yang hanya beratapkan ilalang kering yang ia susun rapi.
Kemudian, pihak warga setempat, RT/RW, kelurahan dan LPM membantu ia dengan membuatkan gubuk, kasur dan bahan pangan. Namun juga kondisinya masih dinilai belum memadai. Beberapa warga pun menawarkannya tempat tinggal yang layak, namun ia menolak takut lahannya diambil orang.
Kepada awak media, Suwardi mengaku senang rumahnya kini sudah dibangun. Ia terkadang tak mampu menahan senyum dan tawa melihat rumahnya kini dibangunkan dengan batu dan beton yang pastinya tahan akan api.
Bahkan, ia mengakui kini rumahnya lebih luas dibandingkan rumah lamanya yang sudah lapuk. Sesekali ia mengatakan istrinya pasti akan senang untuk tinggal di rumahnya yang kini sudah dibangun baru itu.
Ia mengaku sangat berterimakasih kepada semua orang yang telah membantunya dan juga Bripka Tedi Maher Harhanta Sinaga yang sudah membantu membangun rumahnya.
“Mana Pak Bripka Tedi pak?,” tanya Suwandi pertama kali saat melihat media datang ke rumahnya, Senin (3/7).
Lebih lanjut ia memang tidak begitu mengenal Bripka Tedi, tapi ia ingat karena Tedi kerap datang dan kini membangunkan rumahnya.
“Saya tahu dia, yang pak polisi tangannya patah itu. Saya makasih sekali atas bantuannya, bapak nanti omongin ke dia ya makasih saya,” ucapnya.
Sementara itu, Nano, Ketua LPM Tanjunguban Timur juga menyampaikan terimakasih kepada Bripka Tedi, ia mengatakan warganya pak Suwardi sangat terbantu atas uluran tangannya.
“Kami bersyukur kali karena warga kami terbantu. Kasihan kehidupan pak Suwardi. Alhamdullillah kini terbantu,” ucapnya.
Sementara itu, Bripka Tedi Maher Hartanta Sinaga yang dikonfirmasi di Pos Satlantas Tanjunguban Kota membenarkan dirinya secara pribadi dan sukarela membantu keluarga Suwardi. Menurutnya siapa pun yang melihat kondisinya pasti ingin membantu.
“Saya lihat dia tinggal di gubuk di bawah pohon menyedihkan. Awalnya saya tawarkan rumah sewa yang layak, saya bayarkan sewanya, tapi dia tidak mau dan berkeras tinggal di tanahnya tersebut apapun kondisinya. Jadi saya runding dengan istri dan Puji Tuhan kami dapat membantu,” sebutnya.
Ia mengatakan juga, dirinya secara pribadi juga berterimakasih kepada pihak kelurahan, RT/RW, LPM dan masyarakat setempat atas partisipasi dan bantuan. Karena berkat mereka ini dapat terlaksana. (Ndn)

