BERBAGI
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin rapat FKPD Kepri menentukan kenaikan tarif listrik Bright PLN Batam di Geraha Kepri Batam Center, Jumat (15/9/2017)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kepri mendesak PLN Batam untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Tidak ada lagi pemadaman listrik untuk ke depannya. Bersamaan dengan itu, juga disepekati Kenaikan tarif listrik sesuai Peraturan Gubernur Kepri akan dijalankan.

Tarif listrik disepakati naik dengan pemberlakuan mulai September untuk tagihan Oktober 2017, sebesar 15 persen. Sementara 15 persen terakhir akan dinaikkan Desember untuk ditagih Januari 2018.

Kesepakatan itu dicapai pada rapat FKPD Kepri, Jumat (15/9/2017) di Graha Kepri. Hadir pada kesempatan itu, Kapolda Kepri, Sam Budigusdian, Danrem 033 Wira Pratama Brigjen Fachri, Kabinda Kepri, Wakil Ketua DPRD Kepri Amir Hakim Siregar, perwakilan Kejati Kepri dan anggota FKPD lainnya. Hadir juga Wali Kota Batam, HM Rudi, anggota DPRD Batam Yudi Kurnain dan Direktur Bright PLN Batam, Dadang Kurniadipura.

“Alhamdulillah, kita sudah putuskan, untuk mengatasi persoalan di Batam, kita sepakat,” ungkap Nurdin kepada sejumlah wartawan usai pertemuan.

Meski mengalami kenaikan, namun harga listrik Batam lebih rendah dari daerah lainnya di Kepri. Termasuk dari Belakangpadang yang merupakan bagian dari Kota Batam. Demikian juga dengan Lingga dan kawasan Kepri lainnya.

Dalam pertemuan itu, juga dipertegas agar kelangsungan listrik di Batam dan Kepri khususnya harus dijaga. Karena ini menjadi salah satu daya tarik investasi.

“Pembangunan di Kepulauan Riau harus terus bergerak ke arah lebik baik. Berbagai permasalahan harus diselesaikan dengan kebersamaan. Soliditas antar semua komponen harus dijaga, sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat segera tercapai,” kata Nurdin.

Sementara Direktur Utama PT PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengaku keputusan menaikkan tarif listrik Batam sebenarnya merupakan keputusan yang berat.

“Ini keputusan berat. Tapi saya juga harus memikirkan kelangsungan perusahaan untuk melistriki,” kata Dadan.

Dadan mengatakan, dalam rapat itu pihaknya hanya berusaha menagih agar Peraturan Gubernur Kepri Nomor 21 tahun 2017 yang sudah dikeluarkan Maret lalu diterapkan. Yakni kenaikan tarif listrik Batam dilakukan bertahap total 45 persen. Tidak ada niat lain.

“Sesuai kesepakatan, pemakaian September yang ditagihkan Oktober, dan pemakaian Desember yang ditagihkan Januari akan naik. Dan kenaikan tarif 45 persen itu juga masih di bawah tarif dasar listrik nasional. Kami tetap komitmen memberikan service kepada masyarakat,” ujar dia.

Sebab jika aturan tersebut tidak diterapkan, lanjut Dadan, berpengaruh pada kondisi keuangan PLN Batam.

“Dari Januari 2017 hingga Agustus 2017, keuangan kami minus Rp 30 miliar. Tak ada margin sama sekali. Penerimaan yang didapat itu, kami belikan lagi bahan bakar,” kata Dadan.

Dengan kebijakan menaikkan tarif listrik 15 persen tahap kedua ini, Dadan memperkirakan ada margin sekitar 2 persen. Dadan juga menjelaskan soal audit keuangan perusahaannya.

“Untuk kenaikan tarif listrik ini, kami diaudit. Dari BPK, BPKP dan auditor independent mengaudit,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, dia juga menjamin, mulai Jumat malam ini, tak ada lagi pemadaman listrik bergilir di Batam. Itu sesuai arahan dari Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian.

“Pemadaman bergilir selesai. Kecuali kalau ada gangguan karena pohon tumbang, itu di luar dugaan kami,” kata Dadan.

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY