BERBAGI
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, SH | Foto : Junedy Bresly

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Nama perusahaan PT Royal Gensa Asih (RGA) terus mencuat dan kerap menyita banyak perhatian masyarakat dan pejabat di Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Pasalnya, perusahaan yang disebut menjadi pemenang tender pengangkutan sampah yang ditunjuk oleh Pemko Batam ini tak pernah terlihat aktifitasnya.

Bukannya ikut membantu petugas dan Armada angkut Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam dalam upaya pemersihan sampah. PT RGA malah tak terlihat, sejak dinyatakan menjadi pemenang tender pengangkutan sampah periode 2011 sampai 2015 lalu.

Lantaran tak pernah terlihatnya aktifitas pengangkutan sampah, yang dilakukan oleh perusahaan pemenang tender ini. Sejumlah masyarakat, pejabat dan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) mulai berang.

Sejumlah pihak malah menyatakan, PT tersebut merupakan Perusahaan ‘fiktif’ yang sengaja dibuat dan ‘diuat-buat’ untuk meraup keuntungan berlipat ganda.

Bagaimana tidak, dana dalam hitungan miliaran rupiah dalam periode 5 tahun anggaran (2011-2015) ini terkesan lenyap dan tidak sama sekali terlihat manfaatnya.

Akan hal tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam melalui Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) menyatakan terdapat kejanggalan dan terus melanjutkan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi, atas pelelangan pengangkutan sampah di Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kota Batam pada tahun 2011 sampai 2015 itu.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Seski Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi usai penyuluhan Bahaya Narkoba bagi siswa ditingkat SMP se-Kota Batam, Jumat (12/8/2016) lalu.

Iqbal, yang tengah bercengkrama dengan awak media ini mengatakan. Pihaknya telah memeriksa sekitar 16 saksi-saksi, termasuk supir truk pengangut sampah DKP Batam.

Dengan pemeriksaan tersebut, ia mengklaim masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi dalam pemenangan proyek pengangutan sampah.

“Kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus pelelangan pengangkutan sampah DKP Kota Batam tahun 2011 sampai 2015. Kasus ini tetap ditindak lanjuti,” kata Muhammad Iqbal, Kasi Pidus Kejari Batam.

Dikataannya juga, adapun keterangan yang telah diperoleh sebelumnya akan dikembangkan dan terus diperdalam.

“Keterangan sejumlah saksi yang sudah diperiksa, terus kita kembangkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diketahui dugaan korupsi yang merugikan negara ini,” katanya.

“Sebelumnya, kita sudah periksa 16 supir truk sampah dan beberapa staf DKP Batam. Dan keterangannya sudah kita petakan dengan baik,” ungkapnya.

Kini, lanjutnya. Kejari Batam, melalui Seksi Tindak Pidana Khusus ini akan memeriksa sejumlah ‘Pejabat’ didalam kedinasan DKP guna melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang atas penunjukan PT Royal Gensa Asih (RGA) sebagai pemenang tender pengangkutan sampah periode 2011 hingga 2015.‎

Dengan pemeriksaan yang dilakukan inilah, diharapkan segala sesuatu yang terlibat dalam proye pemenangan tender pengangkutan sampah ini dapat terkuak lebar.

“Yang jelas, untuk membuka suatu dugaan seperti ini tak gampang. Ini perlu upaya luar biasa, kita minta masyarakat tenang dulu. Nanti, secara perlahan kita akan tindak sampai kasus ini terang-benderang,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY