CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN-Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) mengharapkan pemerintah Kabupaten Bintan dan Kepri turun tangan dan serius menyelesaikan permasalahan limbah minyak hitam (sludge oil) yang melanda pantai di kawasan pariwisata internasional Lagoi.
Renal Yude, Ketua Iskindo DPW Kepri mengatakan hingga Selasa (20/2/2018) masih ada limbah minyak hitam yang menyerang pantai di Lagoi. Hal tersebut menurutnya sangat mengganggu wisatawan yang berkunjung ke Lagoi dan memberikan pandangan jika kawasan internasional Lagoi bukan kawasan yang nyaman dan bebas dari limbah.
“Kami sudah telusuri langsung ke para wisatawan, mereka mengaku mengeluh dengan kondisi pantai yang tercemar limbah. Selain aktifitas yang tidak dapat dilakukan, beberapa wisatawan bahkan melakukan pembatalan penginapan,” katanya.
Ditambahkannya, kondisi tersebut pastinya akan memukul berat sektor pariwisata Bintan yang sangat bergantung pada PAD pariwisata dan lapangan pekerjaan.
“Mungkin tidak serta Merta berdampak besar saat ini, namun ke depannya pasti akan menjadi perhatian wisatawan yang datang ke Bintan. Apalagi, saat ini sedang musim liburan (high season),” katanya.
Dia menambahkan, permasalahan limbah minyak hitam ini sudah seharusnya didesak menjadi permasalahan yang harus dicarikan solusinya. Tidak hanya soal pariwisata semata, namun keberlangsungan ekosistem laut juga terkena dampaknya.
“Lagoi pastinya juga menjual keindahan ekosistem alam dan laut untuk menunjang pariwisata. Jadi harus dijaga juga. Apalagi tahun 2017 lalu salah satu resor di Lagoi mendapatkan penghargaan terbaik sepanjang Asia untuk pariwisata dengan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” kata aktivis lingkungan hidup ini.(ndn)

