CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir kian menunjukkan peningkatan, seperti yang terjadi siang ii di beberapa kecamatan di Batam, Provinsi Kepri, Kamis (29/6/2017) siang.
Guyuran hujan bertambah lebat sekitar pukul 12.00 WIB di hampir seluruh wilayah kecamatan Sekupang, Batam Kota, Batuaji dan beberapa lokasi lainnya.
Belum sampai 30 menit hujan mengguyur, debit air di beberapa pemukiman warga dan ruas jalan mulai naik. Aliran air keruh bercampur sampah hanyut tampak semakin meluas.
Seperti yang terjadi di Perumahan Tiban Permai, beberapa kawasan pemukiman padat penduduk di Batuampar, Marina dan beberapa ruas jalan. Tempat-tempat tersebut tampak terendam banjir, hingga mencapai ketinggian 30 cm.
Kian parah, aliran air keruh itu juga merendam badan jalan Gajah Mada, Sekupang, tepatnya di depan SPBU Vitka, dari arah Batam Centre menuju Sekupang.
Kemacetan panjang pun tak terelakkan, lantaran banyak pengendara sepeda motor yang melaju lambat karena takut mesin kendaraan kemasukan air. Seirama, para pengendara roda 4, 6 bahkan yang beroda 10 pun melambat karena menjaga jarak dan tak ingin para pemotor terkena cipratan air.
Di tengah guyuran hujan, antrean kemacetan itu mengular panjang. Tak sedikit pemotor yang menerobos tepian jalan untuk menyalip kendaraan di depannya.
Terpantau, beberapa lokasi tersebut memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan lebat turun.
Persoalan ini seakan tak terselesaikan, meskipun Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengambil langkah pencegahan yang entah kapan menunjukkan hasil nyata.
Sebelumnya, Pemko Batam melalui Dinas PU Binamarga dan Sumber Air telah membeli 5 alat berat tipe long arm yang salah satu diantaranya berspesifikasi amfibi.
Pembelian kelima alat tersebut ditujukan untuk memperbaiki seluruh drainase, untuk menangkal banjir. Sejak didatangkan, kelima alat tersebut memang sudah dioperasikan.
Namun, lagi-lagi kinerja tersebut seakan kurang ampuh dengan fenomena banjir yang semakin kerap melanda.
“Memang kita sudah beli alat dan sudah pula dioperasikan untuk memperbaiki drainase-drainase di Batam,” kata Yumasnur, Kepala Dinas PU Binamarga dan Sumber Air Kota Batam.
Dalam proses perbaikan itu, lanjutnya, Pemko Batam tak bisa memaksakan diri untuk mencapai hasil yang sangat membutuhkan waktu panjang.
“Kita gak bisa instan, berkala. Butuh waktu juga, jadi kalau masih ada banjir ya sabar dan makhlum dulu. Kita lagi usahakan semua drainase bisa lebih maksimal kedepannya,” tuturnya.

