BERBAGI
Seluruh korban yang tewas diposisikan di posko darurat | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pasca insiden tenggelamnya speed boat pengangkut 93 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal, Rabu (2/11/2016) dini hari. Tim identifikasi dari RS Bhayangkara Polda Kepri terus melakukan identifikasi terhadap para korban.

Saat dikonfirmasi, tim menyebut telah berhasil mengidentifikasi enam korban dari 18 jenazah yang ditemukan tenggelam di Perairan Nongsa, Batam.

Kepala Bidang (Kabid) Dokes Polda Kepri, AKBP Djarot W, mengatakan tindakan identifikasi berhasil setelah adanya rekonsiliasi berdasarkan data-data yang dimiliki tim DVI serta keterangan dari keluarga korban.

“Saat ini yang sudah teridentifikasi ada enam orang, yakni tiga wanita dewasa, satu anak perempuan dan dua laki-laki dewasa. Sementara untuk 12 lainnya masih belum teridentifikasi,” katanya

Proses evakuasi korban kapal tenggelam, oleh tim gabungan | Foto : Ned
Proses evakuasi korban kapal tenggelam, oleh tim gabungan | Foto : Ned

Adapun data keenamnya, yakni:

1. Korban nomor kode 2 atas nama Mahrun asal Lombok Tengah.

2. Korban nomor kode 3 atas nama Siti Maisaroh asal Blora Jawa Tengah.

3. Korban nomor kode 4 Aprilia berumur tujuh bulan yang merupakan anak dari Maisarah.

4. Korban nomor kode 6 atas nama Aisyah asal Lombok Tengah.

5. Korban nomor kode 8 atas nama Supriadi berasal dari Kediri Jawa Timur.

6. Korban Maysaroh berasal dari Probolinggo Jawa Timur.‎

Untuk pengambilan jenazah, lanjutnya, tim masih menyusun kebijakan akan prosedur pengambilan atau penjemputan korban.

Korban kapal tenggelam yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa | Foto : JB
Korban kapal tenggelam yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa | Foto : JB

Namun, menurut Djarot, rencananya korban yang telah teridentifikasi itu akan segera dikirim ke daerah masing-masing menggunakan kargo pesawat. Tetapi hal itu juga harus mengikuti ketentuan standar kargo penerbangan.‎

“Nanti masih akan diproses dulu karena semua korban yang teridentifikasi ini dari luar Batam semua. Nanti akan kami masukan dalam peti dulu sesuai ketentuan dengan kargo,” katanya lagi.

Tim masih akan melakukan identifikasi terhadap korban-korban yang berada di RS Bhayangkara, untuk mendapatkan hasil menyeluruh. Namun, hal itu juga tergantung kekuatan dari tim.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY