BERBAGI
Ilustrasi token listrik | Foto : Bae

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Terjadinya gangguan sistem kelistrikan Batam-Bintan pada Minggu pagi (01/04/2017) akibat Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran mengalami masalah dengan overcurrent atau beban yang tinggi.

Gangguan secara mendadak ini juga berimbas pada pembangkit-pembangkit besar lainnya sehingga sebagian besar wilayah Batam dan Bintan mengalami pemadaman listrik.

“Kami, bright PLN Batam tidak menginginkan adanya pemadaman, karena akan menyebabkan kerugian materi dan inmateri bagi bright PLN Batam. Namun hal ini memang diluar rencana dan dugaan kami, Secara inmateri pemadaman akan berpengaruh kepada citra perusahaan, sedangkan dari segi materi bright PLN Batam harus melakukan recovery dengan me-restart ulang mesin pembangkit. Bahan bakar yang seharusnya sudah menjadi energi menjadi tidak terpakai,” ujar Corporate Secretary bright PLN Batam, Samsul Bahri dalam rilis yang diterima Central Batam.co.id, Minggu (9/4/2017).

Baca Juga:  333 Orang Casis Caba PK TNI AL Terima Pembekalan Panda

Samsul yang didampingi oleh General Manager Generation and Transmission Bussines Unit, Hamidi Hamid juga mengatakan bahwa gangguan ini bersifat mendadak atau accidental dan bright PLN Batam melakukan yang tebaik agar sistem kelistrikan Batam-Bintan kembali normal dan sistem sudah dapat dipulihkan cepat di beberapa wilayah termasuk Bintan.

“Pada pukul 09.15 terjadi goncangan atau lonjakan beban secara mendadak yang menyebabkan overcurrent pada PLTG Panaran. Setelah PLTG Panaran off mengakibatkan pembangkit-pembangkit lain seperti PLTU Tanjung Kasam menjadi over frequency dan mengalami gangguan. Saat ini penyebab detail gangguan sedang dianalisa dan pemulihan langsung dilakukan, sehingga sistem Batam-Bintan dapat pulih secara bertaha. Perkirakan satu unit PLTU Tanjung Kasam masuk pukul 19:00 wib sehingga sistem Batam-Bintan dapat normal kembali,” papar Hamidi.(r/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY