CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Pengamanan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap 48 TKI illegal lalu dari Malaysia ternyata di tanggapi beda oleh salah satu tokoh masyarakat. Salah satunya, tokoh masyarakat sekaligus wakil ketua komisi II DPRD Bintan, Indra Setiawan.
Hal ini disampaikan Indra Setiawan saat media ini menanyakan pendapatnya terkait 48 TKI illegal yang diamankan pada hari Kamis (9/4).
“Saya sangat prihatin dan empati kepada saudara saudara kita tersebut. Namun saya juga bersyukur mereka dapat kembali ke tanah air walau dengan cara apapun. Kalau boleh jujur, siapa sih yang mau kerjanya di uber uber seperti itu?,”kata Indra membuka percakapan melalui sambungan telpon, Sabtu (11/4).
Lebih lanjut pria yang akrab di sapa Een itu menjelaskan, para TKI itu tidak memiliki daya karena minimnya pengetahuan. Sehingga demi memenuhi kebutuhan keluarga di tanah air karena mungkin daerah asal belum mampu memberikan fasilitas untuk bekerja, terpaksa mereka pergi mencari nafkah ke negeri Jiran itu.
“Percayalah, kalau daerah asal mereka mampu memberikan mereka pekerjaan pasti mereka tidak akan merantau dan meninggalkan bumi pertiwi tercinta ini. Hal ini pernah saya alami ketika menjadi perwira kapal niaga. Padahal penghasilan besar, namun rasa rindu terhadap keluarga sering tak tertahankan saat itu,” kenang pria yang dikenal dermawan itu.
Selain itu, Een mengingatkan semua pihak bahwa ke 48 TKI ini merupakan saudara sebangsa dan setanah air sehingga berhak pulang ke pangkuan Bumi Pertiwi. Untuk itu ia sendiri merasa sangat prihatin dan bahkan bersedia mengizinkan mereka untuk tinggal di rumahnya.
“Jika perlu, biar mereka tinggal di rumah saya hingga mereka dipulangkan ke daerah asal,”kata Indra lagi.
Hal ini disampaikan Indra bukan tanpa asalan, karena setiap kedapatan TKI illegal di Malaysia tidak jarang mendapat perlakuan yang tidak pantas. Misalnya; passport dan uang para TKI itu sering disita pemerintah Malaysia. Kemudian, pukulan juga tidak jarang dilayangkan oleh pihak aparat negeri itu sebagai efek jera menjadi TKI illegal.
“Kalau secara logika, mereka itu pastinya mau pulang secara resmi. Namun mengingat keberadaan mereka yang tidak sah di Malayasia bisa saja passport hingga uang mereka ditahan atau majikan tidak bayar. Dan mungkin saja mereka ini juga mendapat perlakuan kasar seperti di pukuli,”duganya.
“Jadi jangan kita anggap mereka kerja di sana dapat fasilitas yang layak. Belum tentu! Keadaan yang memaksa mereka semua untuk jadi TKI. Untuk itu, saya ingin mengajak kita semua bersimpatilah kepada saudara kita tersebut. Apalagi kita belum mampu memulangkan mereka ke tanah kelahiran karena Negara saat ini sedang kewalahan menghadapi pandemic covid-19,”tambahnya.
Pada kesempatan itu, Indra juga memberikan apresiasi pada Bupati Bintan, Apri Sujadi yang telah memberikan fasilitas kesehatan. Pasalnya, berkat insiatif Apri Sujadi mereka mendapat fasilitas kesehatan
“Dan alhamdulilah sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat walafiat setelah pak Bupati fasilitas pengecekan kesehatan. Saya yakin mereka yang masih berada disana merasa tidak nyaman dan di hantui rasa ketakutan terhadap sekelilingnya terlebih saat ini Malaysia sudah memberlakukan lockdown,”kata pengusah asli putra Bintan itu.
“Malah saya berfikir apabila ada gerakan yang ingin segera mengembalikan mereka ke tanah kelahiran maka saya juga ingin mendonasikan rezeki saya semampunya untuk memulangkan mereka. Setiba mereka di tanah air janganlah di buang begitu saja di tengah hutan.Berikan mereka tempat dan makan yang layak sambil kita cek sesuai prosedur kesehatan mereka. Dari pada mereka di telantarkan begitu saja mending pakai aja tuh ada 3 rumah saya yang kosong,”pintanya.
“Mereka adalah saudara kita sebangsa dan setanah air. Hanya nasib yg membedakan kita.Jangan hanya karena berbeda nasib lantas kita mendeskreditkan mereka. Mmari kita doakan mereka dan kita semua agar selalu mendapatkan jalan yang terbaik,”pintanya lagi.
Menutup percakapan dengan wartawan media ini, ia mengatakan “Kita juga harus memaklumi bahwa bintan adalah merupakan salah satu tempat yg terdekat unt mereka kembali ke tanah air. .Alangkah baiknya ketika pemerintah Bintan dan kita semua sedang sama sama berjuang keras malawan covid 19 namun tidak salah kalau kita juga menyiapkan fasilitas yang lebih manusiawi untuk kehadiran merekaTKI tersebut”
“Dan saya juga mengharapkan agar para aparat penegak hukum dapat menindak bagi oknum oknum yg memberangkatkan mereka ke Malaysia secara ilegal apalagi mendatangkan orang asing secara illegal,”tutupnya. (Ndn)

