CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Masih dalam suasana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun ajaran 2017/2018, kejadian tak mengenakkan membuat jajaran guru dan panitia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 20 Sekupang, Batam berang, Kamis (6/7/2017).
Pasalnya, seorang pria mengenakan batik berlengan pendek dan berwarna gelap lengkap, dengan pin PNS yang diketahui bernama Armen Samsu, tiba-tiba datang dan marah-marah tanpa sebab yang tidak diketahui.
Seorang panitia PPDB di lokasi menuturkan, pria tersebut datang tergesa dan mengaku sebagai seorang pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di Kantor Walikota Batam, Batam Kota, Batam.
“Dia (Armen, red) datang, tapi mukanya sudah seperti menahan marah. Terus dia ngaku-ngaku pegawai di BKD Pemko Batam,” kata seorang panitia yang enggan disebutkan namanya.
Lalu, apa yang sebenarnya memicu kemarahan pria yang mengaku sebagai pejabat publik itu?
Dari keterangan panitia PPDB itu, Armen Samsu disebut-sebut marah dan tak terima dengan hasil seleksi PPDB di jalur Bina Lingkungan yang telah digelar.
Penolakan tersebut dilakukan Armen, lantaran tidak jebolnya anak yang ia daftarkan ke sekolah itu. Dia bahkan menyebut ada permainan internal sekolah, yang berdampak dengan ketidakberhasilan sang anak untuk bersekolah di lingkungan pendidikan itu.
“Dia punya anak dan daftar disini (SMP N 20, red). Lewat Bina Lingkungan daftarnya, tapi tidak lolos karena nilainya kurang. Kami sudah jelaskan bagaimana fakta sebenarnya,” katanya.
Mendengar penjelasan tersebut, kemarahan Armen malah semakin menjadi. Dia bahkan sempat menantang beberapa panitia lainnya, yang berupaya meredam kemarahan pria yang mengaku sebagai pegawai BKD itu.
“Saya tidak terima, kenapa anak saya saja yang tidak jebol (lulus seleksi, red),” ungkap panitia itu, menirukan perkataan sang pria yang mengaku sebagai seorang PNS tersebut.
“Nah, ada teman-teman panitia lainnya mencoba untuk menenangkan beliau. Eh malah ditantang berkelahi. Katanya: Apa kau? Nantang kau ya!” ungkap panitia itu, menceritakan kronologi kejadian.
Beberapa panitia lainnya juga mengatakan, pihaknya tidak sama sekali melakukan permainan atau kecurangan atas PPDB melalui jalur apapun yang telah diselenggarakan.
“Tidak ada permainan, ini kan sudah aturannya. Kalau tidak terima, ya ke Dinas Pendidikan saja,” ucap panitia lainnya.
Saat tim Central Batam menelusuri lebih dalam, Kepala Sekolah SMP N 20, Fetti Hariani tidak berada di tempat. Hingga berita ini diterbitkan, sang peia yang tiba-tiba mengamuk itu tak kunjung memberi keterangan terkait aksi menghebohkannya itu.

![[Hot News] Ngaku Pegawai BKD di Pemko Batam, Armen ‘Marahi’ Panitia PPDB di SMP N 20. Apa Pasal?](https://i0.wp.com/centralbatam.co.id/wp-content/uploads/2017/07/SMP-N-20.png?fit=672%2C402&ssl=1)