BERBAGI
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (memegang mic) didampingi Walikota Batam, H. M. Rudi (kanan) saat berdialog bersama massa, dibalik kawat berduri | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Direktur Utama (Dirut) Bright PLN Batam, Dadan Koerniadipoera membuka laporan audit keuangan Bright PLN Batam oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kepri, Jumat (21/4/2017) siang lalu.

Penyampaian Dadan dilaksanakan, dalam rapat koodinasi antara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Walikota Batam, H. M. Rudi, kelompok masyarakat, mahasiswa dan peserta lainnya, di gedung Graha Kepri, Batam.

Dikatakan Dadan, sejak Juni 2014 lalu, Bright PLN Batam mengalami kerugian sebesar Rp 7,45 miliar setiap bulannya. Untuk menutup kerugian itu, selama ini Bright PLN Batam menggunakan tabungannya.

“Kami punya tabungan untuk menutup kerugian itu. Tetapi tabungan kami semakin menipis, sementara kami punya tanggung jawab untuk menjaga kehandalan listrik Batam. Makanya kami ajukan penyesuaian tarif listrik,” kata Dadan di hadapan peserta rapat koordinasi membahas penyesuaian tarif listrik PLN Batam, Jumat (21/4/2017) di Gedung Graha Kepri.

Dia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak mengada-ada dan mencari-cari alasan. Bright PLN Batam mengajukan penyesuaian tarif listrik Batam karena kondisi yang sudah buruk.

“Saya bekerja di Batam bukan kemauan saya. Saya pisah dengan keluarga saya. Saya punya tanggung jawab membangun infrastruktur untuk mengamankan kelistrikan Batam. Tak ada kepentingan saya yang lain,” ujarnya.

Dadan mengaku sedih jika dikatakan Bright PLN Batam berbohong dengan alasan rugi agar penyesuaian tarif listrik Batam disetujui. Dadan membenarkan, pihaknya membangun infrastruktur listrik di delapan wilayah, tetapi anggarannya bukan dari pendapatan Bright PLN Batam.‎

Pembangunan itu mendapat bantuan dari PLN pusat selain pinjaman dari bank. Daya listrik dari delapan wilayah itu lebih kurang 500 Megawatt.

“Perlu saya luruskan. Kami membangun infrastruktur listrik di delapan wilayah itu uang dari pusat, semua dari pusat. PLN Batam hanya mengelola. Ini salah satu usaha kami supaya PLN Batam tetap sehat,” kata Dadan.

“Kebutuhan listrik Batam naik setiap tahunnya. Makanya kami juga perlu membangun pembangkit. Keuntungan PLN Batam kami gunakan untuk membangun infrastruktur Batam. Tidak kami gunakan untuk kepentingan di luar Batam,” sambung dia.

Wali Kota Batam, Rudi yang dimintai tanggapannya soal pembahasan listrik itu, tidak mau berkomentar panjang.

Dia mengatakan, masih menunggu undangan pembahasan selanjutnya. Pada prinsipnya, Rudi menginginkan pembahasan besaran tarif listrik Batam sebesar 45 persen, dikaji ulang.

“No comment lah, baiknya nanti kita bahas lagi di forum yang lebih kecil seperti kata Pak Gubernur tadi,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY