CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Tidak ditemukan adanya tindak kekerasan terhadap enam korban tewas dalam kembakaran yang terjadi di kawasan Megacipta Industrial Park, Batuampar, Kamis (21/6/2018).
“Dari hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (labfor) terhadap enam jenazah korban kebakaran, belum ditemukan adanya tindak kekerasan,” kata Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol Djarot W.
Djarot menyebutkan dari hasil autopsi, penyebab kematian lima dari enam jenazah, diduga keracunan karbon monoksida (CO). Kondisi dimana seseorang mengalami keracunan akibat terlalu banyak menghirup CO, seperti gas beracun, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengiritasi kulit dan mata, namun sangat berbahaya.
Djarot memastikan, dari enam korban kebakaran terdiri dari tiga anak-anak dan tiga dewasa.
“Satunya lagi seluruh badan hampir tidak bisa dikenali. Ini yang kita duga merupakan ayah dari keluarga,” kata Djarot, di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Djarot mengatakan, saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan lanjut dan verifikasi vital terhadap salah satu korban yang hampir hangus terbakar. Sementara lima dari enam korban, sudah berhasil dikenali oleh para keluarga korban.
“Yang lima itu, sudah dikenali semua oleh para keluarganya. Tadi identitas semua sudah dikenali,” ujarnya.
Usai semua proses selesai di ruang instalasi forensik, maka keenam jenazah akan langsung dikembalikan ke pihak keluarga yang sejak dari sore sudah menunggu hasil di RS Bhayangkara Polda Kepri.

