BERBAGI
Debat Pilkada Kepri yang diselenggarakan KPU Kepri, Jumat (19/11/2020). Debat bisa disaksikan melalui live streaming TVRI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Debat Pilkada Kepulauan Riau (Kepri) menampilkan pertarungan pasangan Soerya Respationo-Iman Sutiawan, Isdianto-Suryani, dan Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

Debat Pilkada Kepri akan berlangsung di Batam dan bisa disaksikan melalui live streaming TVRI. Selain siaran langsung TVRI, debat Pilkada Kepri juga bisa disaksikan melalui live facebook dan youtube.

Rencananya Debat Pilkada Kepri akan berlangsung Jumat (20/11/2020) pukul 19.00 WIB – 21.00 WIB. Hasil Debat Pilkada Kepri bisa saja mempengaruhi pilihan terhadap pasangan calon.

Masing-masing paslon sebelumnya sudah menyampaikan visi misinya dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Kepri Senin (12/10/2020) lalu.

Calon Gubernur Kepri Isdianto misalnya. Mereka bakal menjamin pendikan gratis sampai tingkat SLTA di sekolah negeri. Didampingi Suryani, pasangan Insani ini juga berkomitmen untuk memberi subsidi pendidikan untuk sekolah swasta serta memberikan beasiswa untuk anak Kepri berprestasi.

Perhatian kepada bidang pendidikan, khususnya menggratiskan biaya pendidikan sebelumnya juga disampikan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut satu, Soerya Respationo dan Iman Sutiawan.

Dalam penyampaiannya, Isdianto menyebutkan terdapat enam misi, serta 10 program unggulan yang menjadi prioritas.

Selain pendidikan dan kebudayaan, Isdianto juga berkomitmen untuk melestarikan budaya Melayu untuk menegaskan Kepri sebagai bunda tanah melayu.

“Kami juga akan memajukan sektor pendidikan informal dengan mendirikan sejumlah BLK (Balai Latihan Kerja) dalam rangka menjamin kualitas tenaga kerja lokal,” ucap Isdianto.

Tidak hanya bidang pendidikan, urusan kesehatan juga menjadi prioritas Isdianto dan Suryani jika diamanahkan menjadi pemenang di Pilkada Kepri.

Selain layanan kesehatan gratis, mereka bakal menjamin ketersediaan sarana dan prasarana penanganan dan pengendalian penyakit menular termasuk Covid-19.

“Misi ketiga kami adalah meneruskan pembangunan sektor perekonomian yang maju dan unggul.

Salah satunya, mewujudkan perluasan kawasan FTZ sebagai basis percepatan pertumbuhan ekonomi di semua kabupaten/kota,” ucapnya.

Sementara Soerya Respationo mengatakan, pasangan yang terkenal dengan tagline Sinergi ini punya visi terwujudnya Provinsi Kepri yang maju, mandiri, sejahtera, berakhlak yang dilandasi dengan semangat gotong royong.

Sejumlah program prioritas sudah disusun Soerya-Iman, di antaranya memberi perhatian pada daerah hinterland.

Tantangan Kepri kedepan menurutnya juga semakin berat. Oleh karena itu, pihaknya juga menekankan pembentukan karakter, termasuk pentingnya pendidikan keagamaan.

Pihaknya juga menggratiskan pendidikan. Sehingga, tidak ada lagi anak-anak Kepri yang putus sekolah. Termasuk dengan program pendidikan hingga tuntas.

Program ini difokuskan pada anak daerah yang lulus SMA/sederajat bagi mahasiswa yang tidak mampu dan mahasiswa yang berprestasi.

Khusus untuk bidang kesehatan, selain membuat rumah singgah, pihaknya bakal membangun Puskesmas apung di masyarakat hinterland.

Posyandu yang aktif di Kepri, akan mensinergikan program optimalisasi program Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan.

Berbeda dengan dua pasangan calon Pilkada Kepri, pasangan calon Ansar Ahmad dan Marlin Agustina justru mengedepankan pemulihan ekonomi.

Dalam paripurna DPRD Kepri dengan agenda penyampaian visi misi pasangan calon pasangan calon Pilkada Kepri, Calon Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenang ‘zaman dolar’.

Zaman itu merupakan masa ketika Kepulauan Riau sedang makmur makmurnya. Itu menurutnya terjadi pada awal kemerdekaan hingga tahun 1960-an.

Didampingi Marlin Agustina, pasangan yang dikenal dengan sebutan Aman ini juga mengenang jika Kepulauan Riau tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, namun juga pusat pengetahuan, perdagangan dan pusat peradaban Melayu.

“Dua masa tersebut adalah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Kepri pernah maju dengan kehidupan masyarakat yang makmur. Tentunya, ingin merasakan kembali masa itu,” sebut Ansar dalam live streaming DPRD Provinsi Kepri, Senin (12/10/2020).

Sayangnya, kondisi ketika itu justru berbanding terbalik dengan kondisi Kepri saat ini. Data statistik menyebutkan, jika pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar -6,66 persen akibat Covid-19.

Kondisi ini menurutnya lebih buruk dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang -5,32 persen, dan paling terburuk di Pulau Sumatra.

“Sepanjang sejarah 18 tahun berdirinya Provinsi Kepri, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 ini adalah yang paling terburuk,” ungkap Ansar Ahmad.

Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepri pada Maret 2020 mencapai 131.966 orang atau 5,92 persen. Angka ini bertambah sebanyak 4.208 orang dibanding kondisi September 2019 sebesar 127.758 orang (5,80 persen).

Tidak hanya itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri sepanjang Januari-Juni 2020 hanya 403.987 orang. Angka ini cenderung turun -71,28 persen dibanding periode tahun sebelumnya dengan jumlah 1.406.664 orang.

Sepanjang 2020, UMKM, industri dan investasi di Provinsi Kepri juga menurun secara signifikan akibat pandemi Covid-19.

“Tingkat pengangguran terbuka berada pada urutan ke-7 dari 34 provinsi dan tertinggi di Indonesia.

Ekonomi harus pulih, rakyat harus makmur. Kita punya potensi. Punya kawasan ekonomi yang belum dikembangkan,” sebutnya.

Punya visi terwujudnya Kepri yang makmur, berdaya saing dan berbudaya.  Ansar Ahmad dan Marlin Agustina punya lima misi utama dan tujuh program unggulan.

Di antaranya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur antar pulau guna pengintegrasian dan percepatan pembangunan kawasan pesisir. Kemudian percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Ansar-Marlin juga memaparkan program prioritas pada sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Kepri, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan kemudahan dalam berinvestasi.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY