CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus mengintensifkan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan sistem keamanan pangan.
Langkah ini diwujudkan lewat peluncuran kegiatan advokasi Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) Tahun 2026 yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (6/4/2026).
Program yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan layak.
Implementasinya dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni Gerakan Keamanan Pangan Desa/Kelurahan (GKPD) serta Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah).
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Batam bersama BPOM dan berbagai pemangku kepentingan turut menandatangani kesepakatan bersama.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus edukasi terkait keamanan pangan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan bahwa keamanan pangan bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia mengingatkan bahwa dampak dari pangan yang tidak aman bisa bersifat jangka panjang dan merugikan generasi mendatang.
“Pangan yang aman adalah kebutuhan mendasar. Kesalahan kecil hari ini bisa membawa konsekuensi besar di masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat luas, agar gerakan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi budaya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPOM, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor kunci dalam memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Firmansyah juga mengaitkan kualitas kesehatan masyarakat dengan percepatan pembangunan daerah.
Ia menilai, generasi yang sehat akan menjadi modal utama dalam mendorong daya saing Batam ke depan.
“Ketika masyarakat sehat, pembangunan akan berjalan lebih cepat, kuat, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia pun mendorong para peserta kegiatan untuk tidak sekadar memahami materi yang disampaikan, tetapi mampu mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan masing-masing, baik di rumah, sekolah, maupun komunitas.
Melalui advokasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan semakin meningkat.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk lebih cermat dalam memilih, mengolah, hingga mengawasi pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor yang terus dilakukan, Batam ditargetkan mampu membangun budaya keamanan pangan yang terintegrasi, sekaligus menjadi contoh dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.(ham)

