BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BALI-Gempa bumi dengan kekuatan 4,5 pada Skala Richter (SR) mengguncang Jawa bagian timur (Jatim) hingga merembet kepulau Bali, Kamis (28/7/2016) pagi.

Gempa dikabarkan terjadi sekitar pukul 03.41 WITA dan mengguncang sebagian wilayah Pulau Bali hingga Jawa Timur.

Diketahui, gempa yang menggguncang kali ini, merupakan gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,5 Skala Richter, dengan episenter pada koordinat 7,67 LS dan 114,65 BT, tepatnya di Laut Bali pada jarak sekitar 55 km arah utara Seririt Bali dengan kedalaman 17 kilometer. 

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan Tabanan, Negara, Buleleng, Busungbiu, Seririt, Gerogak, Gilimanuk, Banyuwangi, Kalipuro, Lewung, Baluran, dan Situbondo.

Di daerah ini, guncangan dirasakan oleh banyak warga, sementara benda-benda tergantung berayun dan jendela kaca bergetar. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan rumah akibat gempabumi. 

Namun, gempa yang terjadi pagi buta tadi disebutkan tidak memicu naiknya gelombang air laut alias tsunami.

Data geologi dan tektonik menunjukkan bahwa di Laut Bali memang terdapat sebaran struktur sesar aktif yang memungkinkan terjadinya reaktivasi sesar hingga memicu terjadi gempa bumi ini.

Peristiwa gempa bumi dengan pusat di Laut Bali, sangat menarik untuk dikaji mengingat di zona ini juga terdapat struktur sesar aktif yang diduga kuat sebagai kelanjutan/terusan Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Kondisi tektonik semacam ini, menjadikan wilayah pesisir utara Bali menjadi kawasan yang rawan gempa bumi dan tsunami.

Catatan sejarah gempa bumi Bali menunjukkan beberapa peristiwa gempa bumi yang merusak. Akibat sesar aktif ini, juga pernah terjadi tsunami di pesisir utara Bali.

Beberapa peristiwa gempabumi dan tsunami yang pernah terjadi di Bali diantaranya adalah:

1. Gempa bumi dan tsunami Buleleng 1815 M=7,0 menelan korban lebih dari 1.000 orang.

2. Gempa bumi Bali 1818 M=8,5 memicu tsunami di pantai utara Bali, namun korban dan kerusakan tidak tercatat dengan baik.

3. Gempa bumi Bali 1857 M=7,0 juga dilaporkan memicu tsunami. Korban meninggal akibat gempa dan tsunami ini dilaporkan sebanyak 36 orang.

4. Gempabumi Bali 1917 M=6,5 juga dilaporkan memicu tsunami. Sebanyak 15.000 orang dilaporkan meninggal akibat gempa bumi dan tsunami, dan terakhir adalah;

5. Gempa bumi Seririt 1976 M=6,6 juga dilaporkan juga memicu tsunami kecil. Sebanyak 559 orang dilaporkan meninggal akibat gempa bumi ini.

Terkait dengan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Bali dan sebagian Jawa Timur tadi pagi, maka kepada warga setempat dihimbau untuk tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi kekuatannya relatif kecil, sehingga tidak merusak dan tidak berpotensi tsunami.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan