CENTRALBATAM.CO.ID, MEKSIKO-Setidaknya 119 orang tewas akibat gempa berkekuatan 7,1 skala Richter yang mengguncang pusat Meksiko pada Selasa (19/9/2017).
Sebagaimana dilansir Reuters, daerah yang paling terdampak gempa ini, daerah Morelos, sebelah selatan Mexico City, di mana sekitar 54 orang tewas.
Otoritas setempat melaporkan, korban tewas lainnya juga ditemukan di Mexico City, Puebla, dan Negara Bagian Meksiko.
Kebanyakan korban tewas karena tertimpa reruntuhan gedung. Tim penyelamat pun dikerahkan untuk mencari korban lainnya yang kemungkinan masih terperangkap dalam runtuhan bangunan.
Sementara itu, ribuan warga berhamburan ke ruas-ruas jalan di Mexico City, di mana sedikitnya 27 bangunan runtuh.
“Orang-orang sangat ketakutan sekarang,” ujar Claudia Meneses, seorang dokter gigi yang sedang berada di kliniknya di daerah Lindavista ketika gempa terjadi.
Dari kejauhan, terlihat mobil warga melintas dengan kecepatan melindas reruntuhan bangunan di sekitarnya.
“Kami keluar dengan sangat cepat, meninggalkan semuanya dan langsung pergi,” tutur seorang warga, Rosaura Suarez.
Hingga kini, keadaan di kota masih kacau-balau. Perusahaan listrik nasional Meksiko, CFE, melaporkan bahwa aliran daya bagi 3,8 juta konsumen terputus.
Bencana alam ini pun dinyatakan sebagai gempa terbesar kedua setelah yang terjadi pada 1985. Gempa itu menewaskan ribuan orang di Mexico City.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,1 skala richter (SR) melanda negara bagian Meksiko tengah, Puebla pada Selasa siang (19/9) waktu setempat. Gempa tersebut terasa di pusat kota meksiko yang hanya berjarak sekitar 75 mil (121 km) dari pusat gempa.
Laporan awal US Geological Survey menempatkan pusat gempa pada 2,8 kilometer (4,5 kilometer) timur laut timur laut San Juan Raboso dan 34,1 mil (55 km) selatan-barat daya kota Puebla, menurut USGS. Gempa tersebut melanda pada kedalaman sekitar 33 mil (51 km). Hingga kini, belum ada ada laporan langsung tentang korban luka-luka.
Gubernur Meksiko, Morelos mengatakan, masih banyak warga yang terjebak di dalam bangunan yang terbakar setelah gempa kuat dengan keras mengguncang Ibu Kota.
Gubernur Puebla Tony Galimelalui akun Twitternya menyebut, ada laporan tentang bangunan yang rusak. Ia pun mendesak warga untuk mengikuti protokol keamanan perlindungan sipil.
Semua sekolah negeri maupun swasta diliburkan hingga pengumuman selanjutnya. Sementara itu, Bandara Kota Meksiko juga ditutup sementara.
Adrian Wilson, seorang fotografer dari New York City mengaku tengah makan di ibu kota saat merasakan gempa tersebut terjadi.
“Saya sedang makan siang melihat lantai dengan lembut bergoyang seolah ada sebuah truk besar melintas. Kemudian diperkuat dalam gelombang dan seluruh ruangan mulai bergetar, ” terangnya.
Presiden Enrique Pena Nieto melalui akun Twitterny mengaku telah menggelar rapat dengan Komite Darurat Nasional untuk mengevaluasi situasi dan mengkoordinasikan tindakan yang akan diambil.

