CENTRALBATAM.CO.ID, NIAS – Gempa bumi berkekuatan 5,4 mengguncang sekitar Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Jumat (6/1/2017) sore tadi.
Diketahui, gempa itu merupakan imbas tumbukan dua lempeng, yakni Indo-Australia dan Eurasia.
“Kejadian gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas zona subduksi akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mochammad Riyadi dalam keterangan resmi yang diterima tim Central Batam, Jumat (6/1/2017).
Hasil monitoring BMKG, sejak gempa bumi pertama berskala 5,4 SR pada Jumat (6/1/2017) pukul 17.24 WIB, telah terjadi gempa bumi susulan sebanyak satu kali dalam kurun waktu 1 jam setelahnya dengan kekuatan 4,6 SR.
“Sementara belum ada laporan informasi kerusakan. BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” imbuh Riyadi.
Dampak gempa bumi berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa bumi dirasakan sekitar Nias dan Gunung Sitoli, Tarutung, Padang Sidempuan, dan Sidikalang.
“Sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG bahwa gempa bumi dirasakan cukup keras di daerah Gunung Sitoli,” imbuh Riyadi.
Riyadi mengimbau masyarakat tetap tenang dalam menyikapi gempa. Selain itu, masyarakat diminta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas.
“Agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami serta tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil,” pungkasnya.

