BERBAGI
Terpidana mati, Freddy Budiman saat dikawal menuju Nusakambangan, Cilacap, Jatim | Foto : Mona

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Mahkamah Agung menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana mati Fredy Budiman, dalam perara keterlibatan dirinya dalam peredaran gelap Narkotika.

Dikabarkan, dengan penolakan pengajuan PK ini, Fredy akirnya masuk dalam daftar eksekusi mati gelombang 3 yang akan diselenggarakan di Pulau eksekusi, Nusakambangan.

Saat dikonfirmasi, penasihat hukum (PH) Fredy Budiman, Untung Sunaryo belum berani berkomentar panjang lebar.‎

“Pokoknya belum bisa memberikan informasi, setelah dari Nusakambangan baru saya informasikan,” kata pengacara Fredy Budiman, Untung Sunaryo, saat dikonfirmasi.

Untung mengaku, ia belum bertemu Fredy Budiman. Menurut Untung, hari ini dia akan menuju ke Nusakambangan untuk bertemu Fredy.

“Setelah ketemu (Fredy) mungkin saya baru bisa kasih informasi-informasi,” tutupnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah mengetahui PK (Peninjauan Kembali) terpidana mati Freddy Budiman ditolak oleh MA (Mahkamah Agung).

Pihaknya pun tengah mempersiapkan eksekusi mati, untuk menjerat sang gembong Narkotika ini.‎

“Sebenarnya bukan 16 nama. Kita di 2016 ada 16 alokasi anggaran itu (terpidana mati). Jadi kita belum tentukan berapa yang dieksekusi mati,” kata Kapuspenkum M. Rum di kantornya, Senin (25/7/2016).

“Terkait Fredy Budiman, ya memang PK-nya ditolak, termasuk salah satu itu dipersiapkan,” sambung Rum.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan