CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) Batam, Bambang Gunawan menggelar pertemuan dadakan bersama puluhan operator kapal dan petugas keamanan di ruang rapat kantornya, jalan R. E. Marthadinata, Sekupang,Batam, Rabu (5/7/2017) siang.
Pertemuan itu tampak sangat tertutup dan terbatas, hanya sekitar 10 operator kapal termasuk petugas keamanan saja yang diperbolehkan masuk. Sementara, beberapa awak media yang mencoba masuk langsung diadang beberapa petugas berkemeja gelap.
Bak seorang pengawal pribadi, petugas itu meminta seluruh wartawan untuk tidak masuk dan tidak diperbolehkan merekam, mengambil gambar bahkan mengutip hasil rapat dari celah manapun.
Aksi pelarangan itu kian mencuat, dengan pernyataan Kakanpel Batam yang meminta setiap oknum selain operator kapal dan polisi untuk segera meninggalkan ruangan.
“Ini semua operator kapal atau masih ada wartawan? Tolong bila masih ada (wartawan, red) dimohon segera (keluar, red),” ungkap Bambang, sebelum memulai rapat tertutup itu.
Mendengar pernyataan tersebut, beberapa petugas kembali masuk kedalam ruangan dan meminta setiap awak media untuk segera keluar. Tampak, jurnalis iNews Tv, Tribrata TV dan Tribun Batam diminta untuk meninggalkan ruangan itu.
Dengan sangat disayangkan, pertemuan itu berlangsung tanpa dihadiri satupun insan pers. Tidak diketahui secara keseluruhan hasil pembahasan dalam rapat tertutup itu, namun beberapa operator kapal yang sempat dimintai keterangan menyebutkan bahwa pertemuan berlangsung sekitar 60 menit dengan satu pokok pembahasan utama.
“Cuma bahas tentang nasib 17 speed boat yang sempat dilarang operasi. Memang wartawan tak dibolehkan masuk. Tapi ya itulah hasil rapatnya tadi, cuma meluruskan kejadian pagi ini saja,” ungkap sumber itu.

