BERBAGI
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sekolah Kasih Karunia, yang membuka kelas Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jalan Gajah Mada, Tiban Koperasi, Sekupang, Batam tampak memprihatinkan dengan adanya aktifitas cut and fill (pemotongan bukit) tepat dibelakang gedung SD itu.

Ya, memprihatinkan sekali. Tampak dengan pemotongan bukit yang dilakukan para pekerja, untuk meratakan permukaan tanah disekitarnya. Sekolah (SD) Kasih Karunia kerap dilanda banjir hebat.

Pemotongan bukit yang dilakukan oleh pengelola proyek tepat disamping sekolah Kasih Karunia (atap biru) di Tiban Koperasi, Batam | Foto : Ned
Pemotongan bukit yang dilakukan oleh pengelola proyek tepat disamping sekolah Kasih Karunia (atap biru) di Tiban Koperasi, Batam | Foto : Ned

Bencana banjir dadakan ini terjadi akibat pemotongan bukit yang kemudian dilanjutkan dengan penimbunan danau yang tak jauh dibelakang gedung sekolah tersebut.

Tak hanya itu, danau yang ada tepat dibelakang sekolah itu juga hampir tertutup seluruhnya.

Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

Oleh karenanya, luas danau yang ada tak lagi mampu menampung air hujan yang akhirnya meluap kebeberapa bagian sekolah.

Tak hanya banjir, akibat penimbunan lahan tersebut. Beberapa pagar berbahan tembok sekolah juga jebol dihantam tanah timbun, yang tampak ditimbun lebih tinggi dibandingkan pagar tersebut.

Dengan kondisi itu, aktifitas sekolah sering diliburkan secara mendadak karena dampak yang diterima akibat pematangan lahan tersebut sangat mengganggu aktifitas pembelajaran.

“Memang kemarin jebol itu pagarnya, banjir juga jadi terus-terusan terjadi sejak adanya penimbunan dibelakang itu. Makanya anak-anak sering diliburkan jadinya, ya gara-gara pemotongan bukit dibelakang itu,” kata seorang penjaga sekolah, yang ada di SD Kasih Karunia, Sekupang, Batam.

Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

Dikatakannya juga, penimbunan danau dan lahan yang sedikit rendah itu juga berdampak terhadap lingkungan sekitar.

“Biasanya sejuk disekitar sekolah ini, jadi anak-anak bisa lebih nyaman belajar. Eh sekarang, gersang sekali. Panas, anak-anak pun sering mengeluh. Kenapa bukitnya dipotong? Nanti banjir loh,” ucapnya menirukan ungkapan anak-anak SD itu.

Menanggapi hal itu, Camat Sekupang, Hj. Zurniati, S.IP., M.Si turut menyayangkan kegiatan cut and fill yang dilakukan oleh pihak pengembang alias developer itu.

“Ya, kita sangat menyayangkan sekali. Karena jelas dampaknya sangat mengganggu. Belum pernah banjir disana, namun setelah adanya proyek itu, barulah ada laporan banjir,” kata Zurniati, saat dikonfirmasi.

Disela kesibukannya, Zurniati menyatakan akan segera melakukan pantauan ke sekolah tersebut dan memantau aktifitas proyek yang sedang berjalan itu.

Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

“Tentunya kita juga akan minta ditunjukkannya izin proyek, izin pemotongan bukit (cut and fill), serta izin Amdal oleh pengelola proyek tersebut. Itu kita lakukan agar jelas, apakah ada pelanggaran atau bagaimana,”‎ ucapnya.

“Ya, setelah kita dapat datanya. Kita akan kabari lagi ya, yang jelas saya juga sangat menyayangkan hal itu,” tegasnya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY