CENTRALBATAM.CO.ID, DURI-Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau, semakin membara.
Akibatnya, Provinsi yang terdiri dari beberapa Kota, Kecamatan, Kabupaten, Kelurahan dan Desa yang terkenal dengan hasil minyak bumi dan gas, serta minyak Kelapa sawitnya itu kembali terpapar asap.

Tak tanggung-tanggung, kepekatan asap yang terpantau di Kota Duri, Kecamatan Mandau kian menebal dan memaksa ratusan ribu masyarakat harus mengenakan masker.
Pantauan dilokasi, asap terlihat cukup pekat dan menyelimuti rata hampir di seluruh Riau pesisir timur.
Tak hanya itu saja, pagi ini, di Kabupaten Bengkalis saja sudah terpantau adanya 3 titik api yang membakar lahan gambut. Adapun 3 titik api ini, berada di Kecamatan Mandau, Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Pinggir.

Selain asap pekat, partikel abu sisa pembakaran lahan dan hutan juga terlihat melayang-layang dan memenuhi udara di Kecamatan Mandau. Akan hal ini, kondisi mutu dan kualitas udara dinilai sangat berbahaya jika terhirup oleh warga.
“Iya, selain asap pekat, debu dan sisa-sisa kebakaran juga berterbangan. Itu mobil dan atap rumah warga saja sudah terlihat putih-putih kecokelatan karena dihinggapi partikel halus itu,” kata Nine, salas seorang warga di Kecamatan Mandau.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Kecamatan Mandau akan hal ini mengaku telah melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya yang dilakukan, ialah dengan mengerahkan tim terpadu dalam pemadaman api dan membagi-bagikan masker.
“Masker sudah kita bagi-bagikan dan tim sudah kita terjunkan untuk pemadaman,” kata pejabat di Camat Mandau.

Meski sudah terpapar asap dan udara tercemar partikel halus sisa karlahut. Aktifitas pendidikan tetap masih berlangsung hingga siang hari ini.
Belum adanya pemberitahuan akan tindakan meliburkan sekolah, ditengah pekatnya asap yang ada. Namun, terlihat hampir seluruh pelajar yang ada telah menggunakan masker hingga masuk didalam kelas.

