CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Anggota DPRD Kota Batam dari fraksi PDI-P sudah sepakat akan menyisihkan sebagian pendapatannya atau gajinya untuk pencegahan penyebaran virus corona di Kota Batam. Penyisihan gaji ini akan dimulai awal April mendatang.
“Aksi dari kami fraksi PDI-P DPRD Kota Batam sudah diketahui Ketua Umum PDIP, dan beliau (Megawati) menyambut baik inisiatif kami untuk membantu tenaga medis dalam menangani dan memerangi wabah virus corona di Batam,” kata Ketua fraksi PDI-P sekaligus anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Putra Yustisi Respaty, Minggu (29/3/2020).
Diakuinya hasil penyisihan gaji semua anggota DPRD Kota Batam dari fraksi PDI-P akan digunakan sebaik mungkin. Bahkan diprioritaskan kepada orang yang paling membutuhkan seperti misalnya tenaga medis melalui beberapa rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan masyarakat yang positif terkena virus corona. Sehingga secepatnya mampu memutus rantai penyebaran virus mematikan tersebut.
Putra menyebutkan tak hanya sekali saja menyisihkan sebagian gajinya melainkan selama virus corona masih marak mengancam masyarakat Batam. Ia menegaskan anggota DPRD Kota Batam dari fraksi PDI-P akan tetap konsisten terus menyalurkan bantuannya berupa penyisihan sebagian gajinya tiap bulan.
“Kalau seluruh masyarakat patuh, mengikuti imbauan pemerintah, bersama-sama menjaga gaya hidup bersih yang dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga, maka tak mustahil memutus mata rantai penyebaran virus corona ini secepatnya bisa dilakukan,” kata Putra.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga medis saja, tanpa diimbangi dengan kesadaran masing-masing masyarakat, mustahil pemutusan rantai penularan virus corona ini bisa secepatnya dilakukan.
Sampai saat ini jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona di Batam berjumlah 3 orang. Sedangkan yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan hasilnya negatif adal 23 orang.
Untuk PDP yang masih dalam proses uji lab dan belum keluar hasilnya sebanyak 13 orang. Berikutnya untuk kategori orang dalam pengawasan (ODP) atau orang tidak sakit namun sempat melakukan kontak dekat dengan orang yang berstatus PDP maupun yang sudah positif tertular virus corona jumlahnya sbanyak 756.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan aksi sosial. Beragam kegiatan seperti misalnya melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat ibadah dan fasilitas umum, pembagian hand sanitizer ke masyarakat.(dkh)

