BERBAGI
Ketua DPD LSM Forkorindo Kepri

CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Belum lagi tuntas dua laporan yang disampaikan LSM Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) kepri, terkait dana publikasi oleh Humas Pemkab Karimun dan Dugaan Mark-up dana Jamkesda oleh Dinkes Kepri, kini Forkorindo kembali membuat laporan terkait pengadaan mobil jenazah oleh Biro Perlengkapan Kepri ke Kejati Kepri.

“Iya tadi, LSM Forkorindo resmi melaporkan pengadaan mobil jenazah tahun anggaran 2014 oleh Biro Perlengkapan Kepri ke Kejati,”kata Ketua DPD LSM Forkorindo Provinsi Kepri, Parlindungan Simanungkalit, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, adapun yang menjadi dasar laporan pengadaan mobil jenazah oleh Biro Perlengkapan Pemprov Kepri tersebut karena terindikasi adanya dugaan mark-up yang merugikan keuangan negara atau daerah.

Baca Juga:  Peduli Nelayan Yang Terdampak PPKM, Kapolres Bintan Bagikan Sembako

“Dugaan mark-up itu terindikasi dari adanya variasi harga yang mencolok dalam pengadaaan mobil jenazah tersebut, sementara bentuk dan spesifikasi mobil jenazah tersebut sama,” katanya.

Parlin menjelaskan, dari data yang dimiliki Forkorindo bahwa di dalam rancangan umum pengadaan Biro Perlengkapan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2014 terdapat variasi harga dalam pengadaan mobil jenazah tersebut.

Ada yang 1 unit pagunya Rp.350 juta dan ada yang 1 unit pagunya Rp.400 juta. Ada juga pengadaan yang untuk 6 unit pagunya Rp.1.278.000.000. Artinya kalau dibagi 6 berarti per- unit pagunya Rp.213 juta dan juga ada yang untuk 4 unit pagunya Rp. 1,1 miliar yang kalau dibagi empat, artinya per- unitnya seharga Rp.275 juta.

Baca Juga:  Warga Kecewa , Vaksin Hari Ketiga Kuota Penuh di Stadion Temenggung Abdul Jamal

“Perbedaan harga tersebut, tentu saja menimbulkan kecurigaan publik. Mengapa bisa ada perbedaan harga yang begitu mencolok, apakah  spesifikasi atau merek mobilnya. Namun bila dilihat dari fisik mobil jenazah tersebut jenis dan mereknya serupa,” katanya.

“Makanya, untuk mengungkap itu semua, LSM Forkorindo Kepri melaporkan dan menyerahkan persoalan dugaan mark-up pengadaan mobil jenazah tersebut ke Kejati Kepri untuk di proses secara hukum,” tutupnya.(leo)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan