CENTRALBATAM.CO.ID, NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2026.
Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat evaluasi penanganan siaga darurat karhutla yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Rabu (15/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dengan pemaparan materi disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Natuna, Raja Darmika.
Dalam paparannya, Raja Darmika mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 79 kejadian karhutla di wilayah Natuna dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 539,16 hektare.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh beberapa faktor, seperti fenomena El Nino, cuaca panas berkepanjangan, rendahnya curah hujan, serta karakteristik lahan yang kering dan mudah terbakar.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat pada 26 Maret hingga 1 April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan status siaga darurat hingga 30 April 2026.
Kebijakan ini diambil guna memastikan respons cepat terhadap potensi kebakaran yang dapat meluas.
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah perkembangan positif.
Di antaranya, terjadi penurunan jumlah titik api, tidak adanya dampak asap yang signifikan terhadap masyarakat, serta koordinasi lintas sektor yang berjalan semakin baik.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih dihadapi, terutama terkait akses menuju lokasi kebakaran di kawasan hutan dalam serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.
Untuk memperkuat pencegahan, berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari peningkatan deteksi dini, sosialisasi bahaya karhutla kepada masyarakat, pemantauan hotspot secara intensif, hingga pembentukan posko siaga di wilayah rawan.
Selain itu, kesiapan personel dan sumber daya juga terus ditingkatkan guna memastikan respons cepat saat terjadi kebakaran.
Upaya penanganan juga mencakup fase pemulihan, seperti rehabilitasi lahan terdampak, pembuatan sekat bakar untuk mencegah penyebaran api, serta pemulihan kawasan, khususnya di lahan gambut.
Dalam arahannya, Bupati Cen Sui Lan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara optimal, transparan, dan tepat sasaran.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas respons cepat dalam menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan bencana di Natuna.
Adapun bantuan yang diterima meliputi paket makanan siap saji dan lauk pauk, tenda keluarga, kasur, lampu darurat, tenda serbaguna, selimut, serta perlengkapan keluarga dan kebutuhan anak.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan kepada seluruh dinas terkait untuk segera melakukan analisis kebutuhan peralatan penanggulangan bencana, khususnya karhutla.
Langkah ini dinilai penting guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Natuna menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi lintas sektor, demi melindungi masyarakat dan meminimalisir dampak bencana di wilayah Natuna.(herry)

