CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –“Tak ada gading yang tak retak yang artinya kesempurnaan itu hanya milik Allah Subhanahu wa-ta’ala” itu lah kata pertama kali keluar dari Apri Sujadi, pria kelahiran Kijang kota pada 12 April 1977 lalu.
Pernyataan ini disampaikan Apri Sujadi saat ditanya terkait sindiran dan bahkan tuduhan yang tidak beralasan dari orang-orang yang sengaja menurunkan elektabilitasnya.
Menurut pria berastrologi Aries itu, daripada menghabiskan energy membalas sindirin dengan sindiran atau tuduhan dengan tuduhan hanya menujukan rendahnya kualitas kepemimpinan seseorang. Karena kata dia, pemimpin yang tidak punya ide dan inovasi serta daya kreatifitas tinggi hanya berfokus menjatuhkan lawan dengan berbagai cara.
“Makna dari pepatah diatas tadi, tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga saya, kamu dan siapapun di dunia ini, tidak ada yang sempurna. Namun karena kita (manusia) telah diberikan akal sehat oleh Allah, sudah semestinya kita memperbaiki diri,”ujar Apri, Minggu (11/10/2020).
“Jadi mari, daripada saling menjelekkan lebih baik kita sama-sama berbenah diri dan memikirkan masa depan Bintan dan Bangsa kita yang kita cintai ini. Mari jadikan kita berarti untuk keluarga dan saudara kita,”tambahnya.
Ditanya apa yang akan dilakukan untuk warga Bintan kedepannya, ia mengatakan warga yang berusia diatas umur 60 tahun salah satunya. Perhatian dia terhadap warga yang berusia 60 tahun ke atas lantaran di usia seperti itu sudah tidak produktif lagi.
“Ditengah situasi merosotnya ekonomi akibat resesi ini, tentunya akan memberikan dampak juga kepada mereka yang lanjut usia. 5 tahun kedepan, kita pastikan mereka Lansia 60 tahun keatas akan mendapatkan bantuan BLT dari APBD Pemkab Bintan,”akunya, Apri Sujadi.
Lebih lanjut ia mengatakan, aturan BLT memang merupakan anjuran dari pemerintah pusat namun hanya berlaku untuk 3 bulan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan. Namun perlu diketahui, Pemkab Bintan memiliki kebijakan tersendiri terkait hal tersebut, khususnya dengan pemberian BLT secara menyeluruh bagi masyarakat Bintan dimana Pemkab Bintan menyisihkan alokasi yang berasal dari APBD murni yang salah satunya disiasati dengan mencoret sejumlah alokasi anggaran fisik.
“Jadi kalau ada yang tidak mengerti (BLT), wajar karena mereka itu baru datang ke Bintan sehingga belum Pemkab Bintan memiliki kebijakan yang sangat pro ke masyarakat,”bebernya.
Masih kata Apri, BLT yang berasal dari alokasi anggaran Pusat atau APBN, selama masa tanggap darurat kemarin senilai 10,8 milyar rupiah dan itupun hanya menyasar untuk masyarakat tertentu terkhususnya berkategori PKH (Program Keluarga Harapan).
“Sedangkan di Bintan, semua masyarakat ber KTP Bintan secara menyeluruh tanpa terkecuali mendapatkan BLT yang berasal dari APBD murni yang mencapai 65 milyar rupiah,” pungkasnya. (Ndn)

