BERBAGI
Petugas kepolisian tengah membawa puluhan botol bom molotov, yang diduga dibuat warga untuk menghalau barisan tim eksekusi | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Eksekusi Lahan seluas 1,2 hektar, di Bengkong Harapan Swadaya, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (8/11/2016) lalu gagal sudah.

Gagalnya eksekusi lahan yang berdiri sekitar 57 unit rumah diatasnya itu, diketahui karena adanya orang tidak dikenal yang merakit ratusan botol bom molotov untuk menggagalkan aksi penggusuran.

Meski sudah memperoleh kekuatan hukum tetap untuk mengeksekusi lahan dari tingkat Mahkamah Agung (MA) dan telah pula menerjunkan sekitar 800 personel eksekusi dari TNI-Polri. Proses pengosongan lahan itu tetap saja gagal, hanya karena aksi heroik bom molotov.

Saat dikonfirmasi, Nasib Siahaan, SH, pengacara PT Glory Point, selaku pihak yang berwenang akan lahan tersebut langsung menyayangkan akan gagalnya proses eksekusi lahan.

“Lah? Masa karena bom molotov, 800 personel lansung ditarik mundur? Kenapa tidak maju dan ditangkap pelakunya?” kata Nasib Siahaan, SH, saat dikonfirmasi, Rabu (9/11/2016) siang lalu, di kantornya.

Pengacara PT Glory Point, Nasib Siahaan, SH | Foto : Ned
Pengacara PT Glory Point, Nasib Siahaan, SH | Foto : Ned

Dikatakannya juga, Pengadilan Negeri (PN) Batam sebagai pihak yang dimintakan oleh MA untuk melakukan eksekusi, telah menerjunkan 300 personel Batalyon Infantery (Yonif) Marinir 10/SBY, 150 personel Yonif R 136/TS, 150 personel Brimob Polda Kepri dan ratusan personel lainnya.

Bukannya berhasil untuk melakukan putusan MA itu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Helmy Santika malah menarik mundur sekitar 800 pasukan eksekusi itu.

“Nah, loh? 800 personel kalah hanya karena beberapa orang yang melempari bom molotov. Kenapa tidak dicari siapa dalangnya? Enapa tidak ditangkap otak pelakunya? Ini putusan MA loh, kok dilawan? Siapa saja yang menghentikan proses eksekusi, bisa dikenakan sanksi loh. Jangan sembarang,” kata Nasib lagi.

Hingga saat ini, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian. Telah ditemukan dan diamankan ratusan botol diduga bom molotov rakitan. Seluruhnya diduga dipersiapkan jauh-jauh hari, sebelum proses eksekusi digelar.

18 unit rumah warga yang dibakar oleh warga Bengkong Harapan Swadaya | Foto : Ned
18 unit rumah warga yang dibakar oleh warga Bengkong Harapan Swadaya | Foto : Ned

Namun, Pengacara PT Glory Point ini masih mempertanyakan. Kapan proses eksekusi lahan tersebut akan kembali dilanjutkan. Mengingat biaya eksekusi telah disetor ke rekening Negara, melalui kas PN Batam.

“Entahlah, kami pun bingung kapan itu akan dilanjutkan. Kami meminta ketegasan dari seorang Kapolres saja lah, kapan itu semua akan dilanjutkan,” tuturnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY