CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Ratusan buruh dari federasi serikat pekerja metal Indonesia (FSPMI) Batam menggelar aksi damai di depan Kantor Walikota, Selasa (8/7/2017) siang.
Kedatangan massa disambut guyuran hujan dan barisan pagar betis personel kepolisian dari Polda Kepri, Polresta Barelang serta Polsekta Batam Kota.
Yel-yel penyemangat pun diteriakkan di tengah guyuran hujan. Meski lebat, barisan buruh tetap rapat dan berorasi ria.
“Hidup buruh,” teriak massa, Selasa siang.
Demonstran, melalui orator dan koordinator aksi menyatakan bahwa Batam tengah berada dalam belenggu kelesuan ekonomi di berbagai sektor.
Mulai dari kelas pedagang kecil tradisional dan modern, hingga yang bertaraf besar sekelas industri perkapalan turut terimbas.
Akibatnya, cukup banyak perusahaan di Batam yang tak lagi mampu melanjutkan produksi. Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK massal, disebut jadi langkah akhir dari runtuhnya dinasti perusahaan-perusahaan raksasa di Batam.
Dampaknya, ratusan ribu tenaga kerja di Batam berganti status menjadi ‘pengangguran’.
“Pak Wali.. Bangun, kami datang. Ekonomi Batam lesu sekali, banyak pengangguran, kejahatan di mana-mana, kemiskinan meningkat, kebutuhan pokok pun mencekik. Bapak tahu gak pak?” teriak orator, di tengah guyuran hujan.
Sang orator juga menyatakan bahwa Batam tengah dihantam berbagai masalah, salah satu persoalan paling nyata ialah lesunya perekonomian.
“Batam sekarat pak Wali, bagaimana masyarakat bisa bertahan? Sementara bapak dan jajarannya gak ada aksi apa-apa,” sindirnya.
Dalam kesempatan itu pula, massa menyuarakan bahwa buruknya kondisi Batam bukan karena seringnya buruh berdemonstrasi. Namun karena ketidakharmonisan antara BP dan Pemko Batam, yang menjadikan investor ‘ogah’ menanamkan modal usahanya di kota industri itu.
Selain karena dualisme kepemimpinan itu, buruh juga mengatakan, Pemko Batam kurang awas dalam menganalisis kondisi Batam.
“Yang mana, ketika ada sedikit saja masalah, pasti yang disalahkan itu buruhnya. Pekerjanya yang disalahkan. Loh, kami tahu apa coba? Ekonomi Batam lesu, kenapa salahkan kami?” cetusnya.
“Intinya, kami minta pemeritah lebih sigap menghadapi persoalan ini. Jangan sampai Batam semakin kritis. Karena kelesuan ekonomi akan berdampak ke berbagai elemen, mulai dari peningkatan kemiskinan hingga membludaknya pelaku kejahatan. Jadi jangan tunggu hal itu terjadi, bangunlah wahai pejabat. Jangan terlena!” tandasnya.

