CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kondisi perekonomian di Batam kian lesu, dampak yang ditimbulkan pun sangat mengkhawatirkan.
Kelesuan tersebut menuai berbagai polemik, baik dikalangan Pemerintahan hingga di lingkungan masyarakat.
Tak main-main, selama lima bulan belakangan ada 34 perusahaan di Batam tutup dan sekitar 100 ribu orang menjadi pengangguran.
Selain itu, sektor industri perkapalan pun banyak yang gulung tikar. Bayangkan saja, dari 104 shipyard yang semula beroperasi, hanya sekitar 20 persen saja yang masih bertahan melawan kelesuan tersebut.
Gerah dengan kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, menilai hal ini tak lepas dari peran Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution yang merangkap tugas sebagai Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DKPBPB) Batam.
Menurutnya, Menko Perekonomian sudah salah diagnosis terhadap kelesuan sektor ekonomi di Batam. “Ibarat salah makan obat, bukannya membaik malah semakin memburuk kondisinya. Menko Perekonomian sudah sembaran mendiagnosa kondisi Batam, lihat saja dampaknya,” kata Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, Selasa (20/6/2017) siang.
Dia juga mengatakan bahwa pihaknya tak lagi percaya dengan berbagai program yang digagas, dengan alasan memajukan siklus perekonomian.
“Kepercayaan kita seolah dirusak, pak Darmin kalau ngomong agak-agak juga. Sulit dibaca arahnya, kalau pejabat sudah seperti itu bagaimana mungkin orang bisa percaya?” ungkap Cak Nur, panggilan akrabnya.
Dia menegaskan, jika keadaan tersebut tak kunjung diperbaiki dan diberikan obat penawar yang benar-benar sesuai, maka dampak buruk yang saat ini terasa bakal semakin kronis.
“Bisa kronis lama-lama kalau tidak diseriusi. Kita tak mau lagi janji-janji, langsung buktinya saja,” tandasnya.

