BERBAGI
Kios dan bengkel milik pedagang yang dibongkar secara kooperatif di kawasan Lubuk Baja, Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Puluhan pedagang, pemilik kios dan bengkel yang menduduki pinggiran jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja, Batam secara serentak membongkar lapaknya masing-masing, sejak Rabu (3/5/2017) lalu.

Hingga saat ini, puluhan pemilik kios masih melakukan pembongkaran secara kooperatif.

Pembongkaran yang dilakukan di pinggiran jalan seputaran Nagoya itu sontak membuat warga sekitar dan pengendara yang melintas penasaran.‎ Ada apa ya?

Saat dikonfirmasi, para pemilik kios di lokasi yang tak jauh dari komplek Nagoya Hill Mall & Super Block ‎ itu menegaskan bahwa pihaknya melakukan pembongkaran secara kooperatif lantaran adanya proyek pemerintah kota (Pemko) Batam yang mengagas pelebaran jalan.

“Kan (jalan) mau dilebarkan, dari pada digusur paksa, mending kita bongkar sendiri,” kata Raya, seorang warga, Selasa (9/5/2017) siang.

Baca Juga:  BREAKING NEWS - Bengkel di Kampung Bugis Tanjungpinang Terbakar

“Kalau bongkar sendiri lebih baik, bahan bangunan (kios) yang ada bisa kita pakai ulang,” ucap salah satu pemilik kios yang menduduki jalan Imam Bonjol itu.‎

Kios dan bengkel milik pedagang yang dibongkar secara kooperatif di kawasan Lubuk Baja, Batam | Foto : Ned

Pantauan di lapangan, pembongkaran secara kooperatif itu dilakukan para pemilik kios di hampir seluruh lokasi tersebut. Tampak pula, beberapa pria menaiki kios-kios dan membongkar atap.

“Kita pindah ke tempat lain saja,” ungkap Rony, pemilik kios lainnya.

Di tengah kesibukan para pemilik kios yang membongkari lapaknya, tiba-tiba beberapa warga sekitar meminta agar Hotel Aston dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang juga menduduki sekitar lokasi itu untuk segera dibongkar.

“Jangan cuma lapak kami. (Hotel dan SPBU) itu juga menduduki kawasan row jalan, jadi ya harus dibongkar jugalah,” kata Roni, salah seorang pemilik lapak di tempat tersebut.

Dia menilai, keberadaan Hotel Aston yang hampir selesai pembangunannya itu juga bakal terimbas dengan pelebaran jalan.

“Kalau tidak salah, jalur ini akan dibuat jadi 3. Semakin lebar, ya otomatis (Hotel) juga harus dibongkar,” ungkapnya.

“SPBU memang agak jauh kedalam. Tapi tetap saja, itu halaman masuknya harus dibongkar. Jangan sepihak-sepihak saja, warga biasa disuruh (bongkar) tapi pengusaha dan konglomerat malah dispesialkan. Kami mau sama rata, jangan beli hukum di negeri ini,” cetus Roni.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY