BERBAGI
Ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Lantaran terlibat dalam peredaran Narkotika jenis Metamfetamina alias sabu-sabu, Yulia Suryani alias Yulia Suriani alias Angin langsung dijatuhi pidana berat.

Pusing bukan main membuat Yulia merengek di hadapan Ketua Majelis Hakim, Mangapul, SH karena dijatuhi hukuman seumur hidup, Selasa (14/3/2017) sore.

“Mengingat perbuatan terdawa Yulia tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan Narkotika dan dapat mengancam generasi bangsa, maka Majelis Hakim menjatuhi terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup,” tegas Ketua Majelis Hakim, Mangapul, SH, di ruang sidang I, Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Ya, Yulia divonis seumur hidup. Amar putusan ini lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susanto Martua, SH yang menjeratnya dengan tuntutan pidana selama 20 tahun.

Terdawa tidak mendapatkan keringanan hukum dari Majelis Hakim, lantaran telah melakukan perbuatan yang secara tegas telah diatur dalam UU dan diancam maksimal hukuman mati.

Dia dijerat dengan ketentuan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Sebagaimana diatur dalam dakwaan kesatu.

Adapun catatan kelam Yulia, yang menyeretnya dalam lingkaran vonis berat tersebut, bermula dari aksinya pada Kamis (28/7/2016) lalu bersama Junaidi Alias Dedi (penuntutan dilakukan terpisah).

Keduanya disebut menghubungi Ardika Denata Bin Amril (penuntutan dilakukan terpisah) untuk mengambil sabu di Hotel Formosa kota Batam. Namun, saat itu Ardika Denata Bin Amril tidak dapat dihubungi.

Karena sulit dihubungi, kemudian saksi Junaidi menghubungi terdakwa Yulia untuk menyuruh  Dana Anggara Sinaga (penuntutan dilakukan terpisah) guna membangunkan Ardika dari tidurnya.

Usaha membangunkan Ardika tak berhasil, hingga membuat terdakwa berang dan meminta Muhamad Fahurrozy Bin Sutrisno dan Dana Anggara Sinaga untuk mengambil sabu di kamar 317 Hotel Formosa, Batam.

Rupanya, di kamar hotel tersebut keduanya langsung ditangkap oleh anggota polisi dari BNN yang sudah terlebih dahulu menangkap Rahmat bin Mansyur alias Jefri (penuntutan terpisah) yang meletakkan sabu pesanan saksi Junaidi Alias Dedi di Kamar 317 Hotel Formosa Kota Batam.

Berat total sabu itu mencapai 4.064 gram, atau sekitar 4,06 kilogram. Dalam asinya, Yuia tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang untuk menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu.

Atas hal itu, hukuman seumur hidup pun dihadiahi dan membuat Yulia merengek meminta keringanan hukuman.

“Kenapa semakin berat? Tolong kurangi hukuman saya Yang Mulia,” tangis Yulia, kepada Hakim Ketua.

Dia pun diberi kesempatan oleh Majelis Hakim dalam menentukan sikap untuk menerima, pikir-pikir atau melakukan upaya hukum banding, selama 7 hari sejak dibacanya amar putusan.

“Hukuman ini sudah tepat, kamu punya hak (terima, pikir-pikir, banding) selama 7 hari,” tutup Hakim Ketua, Mangapul.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY