BERBAGI
Foto warga Goro

CENTRALBATAM.CO.ID, GRESIK –Perkembangan kota Surabaya dan sekitarnya begitu pesat. Hal ini membuat kota nomor dua terbesar di Indonesia itu semakin terdepan mengadopsi berbagai perkembang Tehnology.

Meskipun demikian, budaya gontong royong (goro) atau bekerjasama tidak akan pernah hilang.

Seperti halnya di keluarga Sutiono saat anak keduanya menikah. Terlihat beberapa tetangga dan keluarga dekat saling bahu membahu menyukseskan acara pernikahan itu.

“Bukan hanya setiap acara pernikahan. Tapi dalam setiap kegiatan acara salah satu warga di sini saling bahu membahu tanpa harus dimintai bantu,” ujar Musringah kakak perempuan calon pengantin pria.

Selain goro disetiap acara, kehidupan keberagaman di dusun Medangan, Desa Metatu ini juga sangat rukun. Saat goro mereka tidak membedakan antara suka dan agama. Pasalnya, hal yang paling diutamakan di kampung yang sangat ramah terhadap pendatang ini adalah kebersamaan.

“Warga di sini umumnya beragam Muslim. Hanya saja, beberapa keluarga punya kerabat yang menikah dengan agama Kristen. Tapi bagi kami, kebersamaan adalah utama,” paparnya.

Semoga apa yang diterapkan daerah ini menjadi contoh untuk daerah lain. Sebab, ibarat ikan asin di laut tidak membiarkan ia tercemar oleh keasinan, begitu lah kita hidup dilingkungan yang berbeda tanpa terbawa arus atau pengaruh di mana kita hidup. (Ndn)

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY