BERBAGI
Presiden RI, Jokowi (tengah) didampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (kiri), Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Cucu (kanan) dan Kapolda Kepri, Irjen Pol. Sam Budigusdian | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kumpulan pemberitaan tidak akurat dengan fakta yang bertolak belakang dengan aslinya alias ‘Hoax’, kian menjamur luas beberapa waktu terakhir.

Mulai dari isu akan penjualan penculikan dan perdagangan gelap organ dalam anak, beredarnya makanan dan minuman berbahan narkotika, konflik berbau Suku, Ras dan Agama (SARA), serta berbagai informasi hoax lainnya terus melejit.

Ini tentu meresahkan, khususnya bagi masyarakat Kota Batam yang menjadi gugus terdepan di perbatasan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Menanggapi isu yang kian memanas itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri, Irjen Pol. Sam Budigusdian, MH mengajak masyarakat Kepri untuk lebih teliti dalam memilah dan menelaah sebuah pemberitaan.

“Memang cukup banyak (berita hoax, red). Namun, kita juga harus membentengi diri. Harus pintar-pintar juga,” kata Irjen Pol. Sam, saat dikonfirmasi, disela kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (23/3/2017) sore lalu, di Batam.

Dalam kesempatan itu, Sam mengungkapkan bahwa pemberitaan hoax kian cepat mewabah dengan aksi masyarakat yang menyebarluaskan pemberitaan diduga hoax melalui sosial media (Sosmed) yang juga menjadi pemicu utama penyebaran berita palsu tersebut.

“Memang kebanyakan lewat sosmed, saat ini saja ada sekitar 106 juta pengguna sosmed di Indonesia. Dan itu pun masih bisa lebih. Nah, untuk Batam, ada sekitar 80 persen penduduknya yang menggunakan sosmed. Dari 80 persen itulah yang diwaspadai akan mencuatnya kabar atau berita hoax,” tuturnya.

Di tengah pemaparannya, Jenderal bintang dua itu menjelaskan bahwa 95 persen pengguna sosmed (Netizen) di Indonesia merupakan agen penyebar hoax.

Parahnya lagi, Indoensia menduduki peringkat dua tertinggi dalam hal buli-membuli (Bullying, red).

“Medsos jadi muara hoax, cukup banyak tukang buli. Ini yang harus kita cegah dengan mengajak Netizen di Batam dan Kepri untuk lebih bijak dalam menggunakan kecanggihan dunia maya. Harus pintar-pintar,” tegas Sam.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY