CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Usai menggelar aksi di Kantor Wali Kota Batam, puluhan guru yang telah lolos CPNS 2013 lalu namun hingga sekarang belum dapat NIK dan SK berisitirahat di depan Kantor DPRD Kota Batam.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menyarankan agar mereka membentuk tim dan membuat pengaduan.
“Sebaiknya saran saya buat mereka yang merasa lulus CPNS kemarin buat pengaduan atau bentuk tim agar mereka tak lagi dimasukkan ke katogeri Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Perjanjian Kerja (P3K) namun diangkat statusnya menjadi ASN,” ujar Udin di Komisi IV, Senin (18/2/2019).
Diakuinya memang proses tak akan semudah itu. Pihak kementerian akan meminta berkas-berkas yang murni dan mereka akan lakukan survey atau penelitian.
“Saya malah pernah hitung dan melihat SK ada yang masih SMA sudah mengajar kalau tahunnya dimundurin. Sudah jelas satu kebohongan ditutupi akan menciptakan kebohongan yang baru lagi,” sesal Udin.
Ia telah meyakini dari awalnya sudah meragukan nasib K2 di Batam. Pasalnya banyak SK yang dipalsukan dan direkayasa sehingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD) takut untuk menyampaikannya.
“Ketika pada saat pemberkasan dilakukan dengan murni, dinyatakan lulus namun BKD tak menyampaikan berkas. Kemudian ada apa? Ketika dilakukan pemberkasan ulang takut ketahuan kalau dipaksakan dari BKD atau pusat di permasalahkan. Akhirnya yang benar-benar murni akan menjadi korban akibat segelintir oknum,” paparnya.
Ia menambahkan sebenarnya surat pengalaman dari swasta tak apa, karena pengalamannya adalah guru. Bukan malah dikerjain SKnya harus lulus dari negeri dan diizinkan oleh BKD.
PantauanTribun ia tampak duduk bersama para puluhan guru tersebut didepan Gedung DPRD Kota Batam.(*)

