BERBAGI
Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim, memimpin rapat dengar pendapat umum (RDPU) tentang pembangunan ROW jalan industri Kabil

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali memfasilitasi pertemuan antara pelaku indistri Kabil dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (6/4/2021).

Pertemuan kali ini dalam rangka meneruskan pembahasan terkait rencana pelebaran dan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan industri Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam Forum Industri Kabil Batam. Masing-masing perwakilan tersebut menyampaikan unek-unek tentang perbaikan ROW jalan di lingkungan kerjanya.

Salah seorang perwakilan dari PT Hunting Energy Asia, Sony, mengatakan terdapat banyak permasalahan tata ruang dan infrastruktur di sekitar lingkungan perusahaannya, yang terletak di pinggir Jalan Pattimura.

Baca Juga:  Indonesia Peringkat 54 Dunia, Pengendalian Covid-19 versi Nikkei

Ia menjelaskan, jalan di sekitar pertigaan Bundaran PTK Kabil bergelombang dan rawan terjadi kecelakaan. Hal ini sudah berulang kali Sony keluhkan kepada BP Batam sejak tahun 2018, tetapi belum kunjung memperoleh jawaban.

“Salah satu permasalahan yang kami hadapi adalah, putaran jalan yang nggak benar. Di pertigaan Bundaran PTK Kabil itu sering ada kendaraan memotong jalan sehingga rawan kecelakaan. Selain itu jalannya bergelombang sejak lama dan sampai tadi pagi baru dibenerin,” jelas Sony.

Selain itu, hadir pula perwakilan PT Bahtera Bahari Shipyard, Yahya, yang turut mengeluhkan minimnya perbaikan infrastruktur jalan menuju perusahaannya. Perusahaan yang memiliki kurang lebih 700 tenaga kerja ini harus melakukan perbaikan jalan secara mandiri untuk memperlancar akses jalan di sekitar kawasan industrinya.

Baca Juga:  Gubernur Ansar Referensi Bagi Lulusan SMK di Karimun ke Perusahaan yang Dipilih

“Kalau musim hujan, sering terjadi kecelakaan, karena jalannya licin. Maka kami inisiatif menimbun tanah bauksit supaya tidak licin,” ujar Yahya.

Aspirasi serta keluhan ini pun ditampung dalam forum rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Ruang Serbaguna DPRD Kota Batam. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim.

Ruslan mengatakan, forum ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk menuntut kejelasan pembangunan infrastruktur di wilayah industrinya. Pasalnya, para pelaku industri juga merupakan bagian dari masyarakat yang berkontribusi sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat.

“Pelaku usaha merupakan bagian dari masyarakat, jadi terus kami fasilitasi, dan kami dorong agar ada percepatan pembangunan. Infrastruktur ini kan terus dibangun, meski pelan tapi pasti,” ujar Ruslan.

Baca Juga:  BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Bagi Pegawai Non ASN Pemko Batam

Ia berharap dengan adanya pertemuan ini, segala aspirasi pelaku industri dapat tersampaikan, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh instansi terkait, dalam hal ini ialah Pemko Batam dan BP Batam. (zmi)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY