BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Ahmad Doli Kurnia menyindir Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham yang datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memberikan surat keterangan sakit Setya Novanto kemarin. Politikus yang baru dipecat dari Golkar itu meminta ada pemisahan antara urusan pribadi Setnov dengan Golkar.


“Ini kasus Setnov atau kasus Golkar, Idrus Marham dan kawan-kawan DPP itu sebagai apa, sebagai kuasanya?” kata Doli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip dari CNN, Selasa (12/9),

Doli hadir di PN Jakarta Selatan untuk mengikuti sidang perdana praperadilan yang diajukan Setnov atas penetapan tersangka oleh KPK dalam kasus e-KTP.

Ketua Generasi Muda Partai Golkar ini mengatakan, apa yang dilakukan Idrus selama ini dapat memunculkan persepsi bahwa partai berlambang pohon beringin itu terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Hal ini menuurtnya akan akan membuat citra Golkar buruk.

“Jangan-jangan ini Golkarnya terbawa. Atau ada orang-orang di sekitar Novanto juga terlibat dalan kasus ini,” ujar Doli.

Kemarin (11/9) Idrus didampingi Badan Advokasi Golkar dan pengacara Setnov menyerahkan langsung surat keterangan dokter tersebut kepada KPK. Ia menyatakan, Setnov tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Siloam, Jakarta sejak Minggu (10/9) malam.

Doli berharap kasus yang menyangkut Setnov itu dapat cepat dituntaskan agar keadilan dapat ditegakkan dan hasilnya segera diketahui publik.

“Kami berharap proses hukumnya ini betul-betul peradilan yang independen, hakimnya imparsial, tidak takut atau tidak terintimidasi dengan kegantengan politik apalagi ekonomi,” kata Doli. (Net)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY