BERBAGI
ilustrasi DJ

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Vonis untuk mendekam di penjara selama satu tahun, terhadap seorang DJ asal Inggris akhirnya diketuk palu oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tunisia. Sang DJ dipidana, lantaran disebut memadukan suara adzan dengan musik untuk berjoget dan menghibur para tamu di sebuah kelab (Club, red) malam.

Dax J sebutan akrabnya, dia divonis bersalah melanggar moralitas publik dan kepatutan publik. Akan tetapi, Dax J telanjur meninggalkan Tunisia sehingga dia luput dari hukuman. Serupa, pemilik kelab malam dan penyelenggara acara itu juga luput dari hukuman. Hanya saja, kelab tersebut langsung ditutup atas putusan Pengadilan.

Diberitakan, aksi sang DJ mencuat setelah mendapat reaksi warga dunia, yang mengecam keras aksi Dax J. Pusing dengan berbagai kecaman yang mencuat, dia pun langsung mengeluarkan permohonan maaf kepada khalayak umum.

Baca Juga:  Si Jago Merah Ngamuk, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Hangus Terbakar

Sebagaimana dilansir oleh kantor berita AFP, juru bicara pengadilan mengatakan bahwa Jaksa naik banding dengan alasan kedua pihak itu seharusnya memeriksa apa yang akan dimainkan Dax J sebelum penampilan dilakukan.

Tindakan Dax J mengemuka setelah rekaman video yang berisi penampilannya dibagikan secara luas di media sosial. Rekaman itu menunjukkan para pengunjung tempat hiburan malam itu berjoget dengan iringan musik yang mengandung beberapa bagian dari suara adzan.

Gubernur Nabeul, Mounaouar Ouertani, mengatakan bahwa klub itu akan ‘terus ditutup’ sampai pemberitahuan lebih lanjut. “Kami tidak akan membiarkan serangan terhadap perasaan keagamaan dan hal-hal yang disucikan dalam agama,” kata Ouertani.

Dax J yang memainkan adzan itu, telah menyampaikan ‘permintaan maaf yang tulus kepada siapa pun yang mungkin tersinggung oleh musik yang saya mainkan di Orbit Festival di Tunisia pada hari Jumat’. “Saya tidak pernah punya niat saya untuk menyinggung atau menyebabkan melecehkan siapa pun,” kata Dax J, dalam permohonan maafnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY