BERBAGI
Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, saat Coffee Morning bersama OKP dan LSM tentang rencana penertiban peternakan babi di DTA Waduk Duriangkang di Kantor Ditpam,Rabu (22/2/2017) / foto Humas BP Batam

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Seiring meningkatnya aktifitas illegal seperti peternakan babi di Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk Duringkang yang berdampak tercemarnya kebutuhan air baku masyarakat Kota Batam, BP Batam melalui Direktorat Pengamanan akan segera melakukan penertiban peternakan babi di DTA waduk Duriangkang.

Sejak Surat Peringatan (SP) ke 1 pada 8 Februari lalu oleh Ditpam BP Batam, kemuidan SP 3 resmi dilayangkan kembali, Rabu (22/2/2017) kepada para perternak babi dan berlaku hingga 28 Februari 2017.

“Tahapan sudah pada peringatan ke 3 yang berlaku hingga 28 Februari nanti. Setelah itu kita lanjutkan perintah pembongkaran dan selanjutnya akan dilaksanakan rapat teknis bersama tim terpadu baru dilaksanakan upaya penertiban bersama,”  jelas Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, saat Coffee Morning bersama OKP dan LSM tentang rencana penertiban peternakan babi di DTA Waduk Duriangkang di Kantor Ditpam,Rabu (22/2/2017).

Baca Juga:  Polres Bintan vs Polsek Jajaran: Skor 2-1
Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, saat Coffee Morning bersama OKP dan LSM tentang rencana penertiban peternakan babi di DTA Waduk Duriangkang di Kantor Ditpam,Rabu (22/2/2017) / foto Humas BP Batam

Hal tersebut menurut Budi sebagai tindakan dan sikap tegas untuk menjaga kualitas waduk Duriangkang yang dicemari oleh limbah kotoran Babi dan aktifitas illegal lainnya di DTA tersebut.

“Permasalahan Duriangkang di samping permasalahan hukum juga menjadi masalah sosial yang sekarang menjadi viral dan perlu segera mengambil sikap melaksanakan penertiban,” katanya.

Keberadaan hewan ternak di kawasan sekitar waduk Duriangkang terus menuai sorotan dari masyarakat Batam dan bahkan menjadi perbincangan luas di media sosial. Untuk itu, pihaknya sangat membutuhkan peran serta dan dukungan dari masyarakat dalam menyikapi persoalan ketersediaan air baku di Kota Batam dimana DTA Waduk Duriangkang sekitar 70 persen memasok kebutuhan air masyarakat Batam.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim
Anggota Ditpam saan mendengarkan materi yang disampaikan Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, saat Coffee Morning bersama OKP dan LSM tentang rencana penertiban peternakan babi di DTA Waduk Duriangkang di Kantor Ditpam,Rabu (22/2/2017) / foto Humas BP Batam

“Saya ucapkan rasa terimakasih dan bangga kepada teman-teman LSM peduli lingkungan, ada 11 yang kita undang hari ini, semua sepakat dan mendukung untuk dilaksanakan penertiban karena sudah menjadi masalah bersama dan perkembangan yang sangat luar biasa dan salah satu tindakan save Duriangkang adalah dilakukan penertiban ternak babi illegal di DTA waduk Duriangkang,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Pengamanan Instalasi dan Aset BP Batam, Nasrul Liza, dan sejumlah tamu undangan diantaranya LSM Garda Indonesia, LSM Amdal, LSM LAM Batam, LSM Wajah Batam, LSM KPLHI Batam, LSM FKPPI Batam, LSM Perpat, dan sebagainya.(r/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY